SUBULUSSALAM – Suasana duka menyelimuti keluarga korban kebakaran di Dusun Nurul Iman, Kampung Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Minggu, 14 Oktober 2018.
Mereka tidak bisa menyelamatkan barang-barang berharga termasuk pakaian, seperti dialami dua keluarga, Salman dan Arta Dewi. Dua rumah berkonstruksi papan ini ludes terbakar rata dengan tanah. Rumah mereka terbakar dalam keadaan kosong, sementara pemilik rumah saat itu sedang berada di luar.
“Saya di luar sedang narik becak, keluarga sedang di rumah orang tua,” kata Salman kepada portalsatu.com/, Senin, 15 Oktober 2018, di sela-sela ia membersihkan puing-puing sisa kebakaran.
Salman sempat tiga kali pingsan ketika melihat rumahnya ludes dilahap si jago merah. Fisiknya tiba-tiba lemas dan tidak berdaya hingga terjatuh, akhirnya ia dibawa ke rumah warga sekitar.
“Tidak kuat saya melihat kondisi rumah saya, pagi saat saya tinggalkan masih bagus, sorenya waktu saya pulang sudah rata dengan tanah,” ujar Salman dengan mata berkaca-kaca. “Tidak ada yang bisa diselamatkan, hanya tinggal baju di badan,” kata ayah lima anak ini
Hal sama dirasakan Arta Dewi. Rumah yang dia tempati ludes dibakar api. Tidak ada barang dan pakaian yang dapat diselamatkan karena rumah terbakar sedang ditinggal pemilik.
“Baju di badan cuman, yang lain habis semua, saat saya pulang rumah kami sudah rata dengan tanah,” ungkap Arta Dewi.
Saat ini keluarga korban kebakaran di tampung di rumah sanak famili dan keluarga sekitar. Terutama tiga keluarga korban kebakaran berdampak sangat parah, yakni rumah Salman dan Arta Dewi hangus total, serta rumah Wahidin dari bagian dapur hingga bagian tengah, termasuk atap rusak parah.
“Dua hangus total, rumah Salman dan Dewi. Rumah Wahidin rusak berat dari dapur sampai ke tengah terbakar. Sedangkan rumah Ucok terkena imbas. Totalnya ada empat rumah (yang terbakar),” kata Kepala Dusun Nurul Iman, Rahidin Solin.[]



