LHOKSEUMAWE- Belasan anak-anak dari empat Kepala Keluarga korban kebakaran 3 rumah dan satu yang dijadikan bengkel di Gampong Rancong Timur, Kecamatan Muara Satu, terpaksa tidak bisa masuk sekolah pada di hari pertama paska libur panjang, Senin, 11 Juli 2016 pagi tadi.
 
Kebakaran yang  terjadi Minggu 10 Juli 2016 kemarin, menghanguskan seluruh isi rumah dan menyebabkan anak-anak tidak bisa hadir ke sekolah karena tidak ada pakaian serta kebutuhan lainnya seperti alat tulis, sepatu dan lainnya.
 
“Hari ini saya tidak berangkat ke sekolah sebab semua perlengkapan sekolah habis terbakar,” kata Maulida, salah seorang anak yang rumahnnya habis terbakar kepada para wartawan, Senin 11 Juli 2016 yang sedang berada di barak pengungsian sementara di Desa setempat.
 
Maulida menjelaskan, dirinya bersama anak-anak lainnya masih memungut barang-barang yang tersisa di bawah puing-puing bekas rumah terbakar.
 
“Saya berharap pihak pemerintah agar dapat membantu dalam meringankan musibah yang menimpa kami untuk melanjutkan sekolah,” sebut Maulida saat ini  masih menjadi siswi SMP 6 Lhokseumawe.
 
Hal yang sama dikatakan Annisa, yang juga anak korban kebakaran tersebut. Annisa sangat sedih lantaran  semua perlengkapan sekolah habis semua terbakar.
 
“Gimana kami mau sekolah, baju, buku serta kelengkapan sekolah lainnya semua habis terbakar tanpa ada sisa, tempat tinggal lagi, tidak mungkin kami harus tinggal di tenda darurat ini terus,” kata Annisa.
 
Sementara Abdul latif, salah seorang pemilik rumah mengatakan, hingga saat ini Pemerintah setempat telah menyalurkan bantuan masa panik bagi mereka seperti, kain sarung, sembako, dan beberapa bantuan lain.
 
“Untuk kebutuhan kelengkapan anak-anak sekolah belum ada yang membantu. Saat ini kami masih di tempatkan di belakang Kantor Camat Muara Satu. Semuanya ada 33 jiwa dan dominan anak-anak usia sekolah,” sebut Abdul Latif.[]