IDI RAYEK – Fenomena keluarnya asap dari tanah di Gampong Bireum Rayek, Kecamatan Bireum Bayeun, Kabupaten Aceh Timur terindikasi penyebaran endapan batubara.
Data tersebut diperoleh portalsatu.com dari laporan tim survei Dinas Pertambangan dan Energi Aceh melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, Koperasi dan UKM Aceh Timur.
Setelah tim Distamben Aceh turun bersama kami ke lokasi, hasil penelitian menyebutkan asap yang dikeluarkan dari tanah tersebut merupakan endapan batubara, pada formasi Julu Rayeu, (QTjr) dan diperkirakan penyebaran batu bara itu bersifat lensa, ujar Pj. Kadis Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, Koperasi dan UKM Aceh Timur, T. Reza Rizki saat diwawancarai portalsatu.com di ruang kerjanya, Selasa, 12 April 2016.
Berdasarkan surat edaran dari Distamben Aceh yang diterima Reza, jenis batubara yang dijumpai adalah Lignit (Brown Coal).
Ciri-cirinya tertulis di situ berwarna hitam kecokelatan, dengan material terkompaksi, namun masih sangat rapuh, dan masih terlihat struktur serat kayu. Dan batubara tersebut telah terbakar secara alami. Dari hasil temuan itu juga terkandung jenis gas CO dengan konsentrasi 215 ppm, kata Reza seperti yang dikutip dalam surat edaran itu.
Berdasarkan penelitian itu juga, tambah Reza, gas CO (Karbon Monoksida) tergolong kepada gas berancun.
Kita menyarankan kepada warga sekitar untuk tidak mendekat ke lokasi, karena gas tersebut juga sangat membahayakan pernafasan. Imbaun tersebut kita sampaikan melalui forum sosialisasi di kantor kecamatan setempat, kemarin/Senin mengenai dampak bahaya gas itu, kata Reza seraya berharap lokasi tersebut menjadi hasil bumi baru yang ditemukan di Kabupaten Aceh Timur.[](tyb)



