LHOKSUKON – Ratusan narapidana dan tahanan hingga kini masih bertahan di Rutan cabang Lhoksukon, Aceh Utara. Padahal air telah menggenangi rutan tersebut dan belum terlihat tanda-tanda akan ada evakuasi para tahanan. 

"Belum ada wacana (evakuasi tahanan). Sejauh ini kita masih memonitor ketinggian debit air, jika memang naik, maka evakuasi akan dilakukan. Namun kita (polisi) sifatnya hanya pengamanan, kebijakan ada pada pihak rutan," ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kabag Ops Kompol Edwin Aldro, saat dihubungi portalsatu.com/, Senin, 4 Desember 2017.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah Kepala Rutan cabang Lhoksukon, Yusnal mengatakan, “Air banjir sudah masuk rutan, namun masih pada kategori sedikit, ini malah sudah turun. Jika memang nantinya ketinggian air naik lagi, maka napi dan tahanan akan kita evakuasi.”

Seperti diketahui, banjir mengepung Aceh Utara sejak beberapa hari terakhir. Curah hujan tinggi membuat debit air di kawasan tersebut bertambah. Teranyar, ribuan rumah di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, dilaporkan terendam dan ratusan warga mengungsi karena ketinggian air telah mencapai 1,5 meter.  

Titik banjir terparah berada di Lhoksukon, lingkungan Kuta Lhoksukon, Asrama TNI, asrama Polri, Kantor Camat Lhoksukon, rumah Dinas Kapolres Aceh Utara, rumah Dinas Kepala Rutan Lhoksukon, rumah Dinas Ketua Pengadilan Negeri Lhoksukon dan rumah Dinas Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara. Puluhan warga di Kampung Baru dan Lingkungan V terpaksa dievakuasi dengan menggunakan boat milik BPBD Aceh Utara.[]