SUBULUSSALAM – Mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemko Subulussalam kembali menjadi sorotan dalam peristiwa kebakaran yang melanda Kampung Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Kamis, 13 Oktober 2016.
“Mobil pemadam tiba saat rumah sudah banyak terbakar, bahkan ada yang sudah hangus total,” kata salah seorang warga setempat, Saddam Husein.
Kepala Kampung Subulussalam Timur, Golak, ditemui di lokasi mengatakan, api diduga akibat hubungan arus pendek listrik di salah satu rumah warga. Api kemudian merembet ke sisi kiri dan kanan rumah itu. Akibatnya sebanyak 15 rumah terbakar dan tiga rusak berat.
“Sepertinya sumber api akibat terjadi arus pendek salah satu rumah warga,” kata Golak di sela-sela membantu korban kebakaran.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subulussalam, Nesal Putra yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan keterlambatan mobil pemadam disebabkan sistem komunikasi belum maksimal.
“Tadi saya ditelpon duluan sama Pak Camat, kemudian baru saya telpon pos pemadam di Subulussalam. Saya lagi di Manado, jaringan tidak bagus di sini,” kata Nesal melalui sambungan telepon.
Nesal membantah anggotanya lalai atau terlambat dalam melakukan tugas saat terjadi kebakaran. Menurutnya, setiap mendapat informasi petugas langsung menuju lokasi.
“Ketika dapat informasi ada kebakaran tidak otomatis sampai ke sana. Kami juga butuh waktu untuk menuju dan sampai ke lokasi,” katanya.[]
Laporan Sudirman

