MEULABOH – Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) untuk perdana 2017 melaksanakan himpun dana bagi Palestina sebagai even Safari Ramadhan dimulai dari wilayah Aceh Barat (Meulaboh), selanjutnya Nagan Raya, Aceh Barat Daya serta ke seluruh wilayah keliling Aceh.
Seusai salat Zuhur pada Kamis, 1 Juni 2017, pukul 12:45 WIB, jamaah mesjid Agung Meulaboh menghadiri hajatan donasi untuk Palestina, dengan pembicara langsung dikirim dari negeri Palestina tersebut.
Palestina adalah sebagai salah satu tempat yang paling banyak dimakamkan para nabi serta para sahabat Rasulullah. Keutamaan lain dari Masjid Al-Aqsa yang berada di sana sebagai mesjid yang dimuliakan Allah satu dari tiga mesjid waqaf Allah untuk umat Islam (Mesjidil Haram- Mekkah, Mesjidil Madinah, dan Mesjidil Aqsa) telah diisyaratkan di dalam ayat Alquran berkaitan dengan Isra' Mi'rafnya nabi Muhammad SAW.
Pada awalnya mesjid Al-Aqsa ini belum menjadi milik umat Islam tetapi masih dikuasai bangsa Romawi, namun seiring perkembangan ajaran Islam di Palestina serta penaklukannya, Al-Aqsa akhirnya menjadi milik kaum muslimin.
Pembicara Syeh Ahmad Taufiq melalui penerjemahnya juga menyinggung keterkaitan hubungan Al-Aqsa tersebut secara agidah bagi umat Islam di seluruh dunia, dan dengan tegas menyebutkan pula bahwa mesjid Al-Aqsa adalah waqaf Allah untuk/milik umat Islam selain Mesjidil Haram dan Madinah. Karena hal tersebutlah maka sudah selayaknya orang-orang Islam di seluruh dunia bertanggung jawab memelihara serta melindungi keberadaan mesjid Al-Aqsa sebagai pula kiblat pertama bagi muslimin dalam menjalankan ibadah.
Rakyat Palestina sejak. Wilayah Gaza merupakan salah satu kota terpadat di dunia, dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa yang mendiami kawasan semakin sempit akibat penjajahan zionis Israel atas penduduk dan perampasan tanah milik sah negara Palestina. Sementara 14 Juta jiwa rakyat Palestina tersebar di seluruh kawasan negara luar seperti di Turki, Mesir dll.
Saat ini pula Gaza mengalami krisis listrik serta energi lain bagi pemenuhan kebutuhan hidup penduduk setempat. Hal ini tentu saja berdampak bagi terbengkalainya kesehatan, pendidikan dan sumber air sebagai hal yang paling vital pun turut terkendala sepanjang 10 tahun terakhir. Listrik hanya menyala selama 4 jam setiap harinya sedangkan maksimal yang dibutuhkan adalah 20 jam/hari.
Pasca 3 kali perang berkecamuk di Palestina, hanya tersisa wilayah Gaza dan Tepi Barat yang masih belum sepenuhnya dikuasai penjajahan Zionis. Tepi Barat dipenuhi tembok pembatas dan di dalamnya terhimpun ratusan ribu tawanan muslim yang dijadikan budak oleh penjajah, mereka bertahan demi menjaga semangat melindungi bangsanya dengan terpaksa bekerja dibawah kekuasaan Zionis Israel.
Sebagai amanah atas waqaf tanah umat Islam di Palestina, donasi tunai sejumlah lebih kurang Rp. 8.434.000 plush 10 Ringgit Malaysia berhasil terkumpul dari jamaah salat Zuhur mesjid Agung Meulaboh, melalui situs www.knrp.org dan no hotline 021-7812311 juga dapat diperoleh informasi terkait donasi bagi Palestina. KNRP Cabang Meulaboh dan diwakilkan oleh Syeh Ahmad Taufiq menyerahkan cenderamata berupa peta Palestina serta syal bercorak warna bendera Palestina kepada perwakilan pengurus Mesjid Agung Baitul Makmur sebagai rasa syukur dan terima kasih. Sebagaimana hadist menyatakan bahwa sesiapapun yang tidak berterima kasih kepada manusia maka ia tergolong sebagai manusia yang tidak bersyukur kepada Allah SWT.
Melalui kesempatan penyampaian keadaan Gaza saat ini, Syeh Ahmad Taufiq menyebut tentang amanah ketika Allah mempertanyakan kepada orang yang mengaku muslim atas apa yang telah dilakukannya terhadap 3 (tiga) rumah Allah yang telah dititipkan, sebab sebagai rakyat Palestina yang juga muslim, Syeh sendiri menganggap bahwa Al-Aqsa bukan semata milik mereka yang berasal dari sana, namun adalah milik kaum muslim dunia. Atas sebab itulah Syeh bersama KNRP Indonesia perwakilan Aceh berjuang sampai ke Meulaboh dan seluruh Aceh direncanakan akan disinggahinya guna menghimpun donasi bagi Palestina.
Pesan atas amanah Allah atas umat Islam di manapun berada: 1. Pelajari agama Islam, sebab dari hal itulah dapat diketahui amanah atas Mesjid Al-Aqsa untuk kaum muslim. 2. Menyiapkan generasi untuk menjaga Al-Aqsa di masa yang akan datang tanpa terputus. 3. Penyadaran serta seruan kepada umat Islam di seluruh dunia melalui berbagai media, bahwasanya? terdapat kewajiban bersama untuk menjaga Al-Aqsa. 3. Berdoa, bermunajat untuk keselamatan Al-Aqsa sebab kekuatan doa tiada terbatas.
Pada akhir sesi donasi untuk Palestina tersebut disampaikan pula bahwa selepas salat Tarawih malam nanti (1 Juni 2017) di Mesjid Kuta Padang Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh akan diselenggarakan kegiatan donasi lanjutan. Bagi kaum muslim Aceh Barat khususnya wilayah kota Meulaboh diperkenankan agar bersedia hadir dan menghantarkan donasi yang sudah diniatkan untuk memenuhi panggilan Allah demi membantu kaum muslim Palestina. Kesempatan beramal yang pahalanya dijanjikan Allah akan dilipatgandakan sebab masih dalam bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan tersebut sepatutnya tidak dilewatkan. Pertemuan selepas Zuhur itupun lalu ditutup dengan doa penuh khidmat.
Penulis: Muhammad Rain, alumni PPs Unsyiah 2016.





