BANDA ACEH – KWPSI (Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam) dan GATA (Gabungan Komunitas Aceh) memperingati tahun baru 1 Muharram 1438 Hijriah dengan cara unik, yakni tadarus Khatam Alquran satu orang satu juz (One Man One Juz).
Acara tersebut dilaksanakan di sekretariat KWPSI, Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, setelah isya, Sabtu, 1 Oktober 2016.
Ustaz Hajarul Akbar Alhafizh MA (Hafiz Alquran 30 Juz), yang memberikan tausiah setelah tadarus, mengatakan, Nabi Muhammad SAW hijrah pada 27 Safar, singgah di Gua Tsur sampai 29 Safar, pada awal Rabiul Awal tiba di Thaif, dan seterusnya, tidak pada 1 MUharram.
Inti peringatan tahun hijrah adalah hijrahnya semangat, pembaharuan, bukan saja peristiwa, akan tetapi makna dari peristiwa, filosofinya. Semangat hijrah dan perubahan besar untuk dunia setelahnya yang membuat para sahabat menamakan tahun Islam dengan Hijriah,” kata sang hafiz.

Hijrah Nabi dari Mekkah menuju Madinah berawal dari rapat Parlemen Darunnadwah milik Suku Quraisy, penguasa Kota Mekkah kala itu. Dalam rapat diputuskan membunuh Nabi Muhammad SAW.
Ide membunuh Nabi itu disarankan Abu Jahal, dilakukan oleh pemuda wakil semua bani suku Quraisy, 14 bani. Supaya tidak ada suku yang disalahkan karena semua terlibat. Kejahatan berjamaah, termasuk korupsi berjamaah itu berawal ide Abu Jahal. Sesuatu yang berjaah sulit dihentikan, katanya.
Hajarul Akbar mengatakan, ancaman itulah yang menyebabkan Rasulullah SAW berhijrah ke melalui Jabal Tsur, Thaif, Cuba, dan sampai ke Yatsrib (Madinah).
Hijrah Nabi SAW dilengkapi dengan strategi hebat sehingga pasukan khusus Quraisy tidak bisa menemukannya. Itu perjalanan tidak langsung, kalau langsung ditemukan. Gua Tsur tempat persembunyian itu adalah bukit yang jarang didatangi orang. Tidak cukup itu, bahkan ada seorang yang ditempatkan untuk mengembala kambing di lembah perbukitan tersebut, ia bertugas untuk memantau siapapun yang datang untuk menjaga nabi dan Abu Bakar selama dalam Gua Tsur, katanya.
Sebelum tausiah, hadirin membaca Alquran, masing-masing satu juz perorang. Peringatan tahun baru Islam dengan membaca Alquran bersama dalam jumlah banyak baru pertama dilakukan di Banda Aceh.[]




