Oleh Wahyu Mattawang
Bergiat di Pendidikan Islam, Asal Makasar. Menetap di Meulaboh, Aceh Barat.
Seringkali, ada orang gampang diaduk emosinya hanya dgn persoalan kecil dan sepele. Bisa karena berita di TV, keributan di sosmed atau bahkan karena kisah sinetron yang fiktif. Misalnya gampang marah, tersinggung, sedih, cemas dan emosi negatif lainnya.
Walau emosi ini memang melekat dalam jiwa manusia, namun jika tidak dikelola dengan baik dapat mendatangkan masalah pada diri dan orang lain. Banyak penelitian mengungkapkan bahwa emosi negatif berkontribusi dalam menurunkan imunitas tubuh manusia sehingga mempengaruhi kondisi kesehatan.
Emosi memicu penyakit
Beberapa penyakit sering dihubungkan dgn gangguan emosi, misalnya sedih mengakibatkan sakit pada bagian dada seperti jantung dan paru-paru, atau cemas yang berlebihan menyebabkan sakit pada bagian perut seperti gangguan pencernaan, dan marah menyebabkan sakit pada bagian perut ke bawah seperti ginjal, stroke bahkan lumpuh.
Padahal, masih banyak hal-hal penting dan berguna yang memerlukan emosi positif kita. Islam sudah merangkum, ada dua emosi positif yang pasti membuat hidup lebih bahagia, yaitu sabar dan syukur. Jika mendapat ujian bersabar, dan jika mendapat kenikmatan bersyukur. Adapun perasaan berupa semangat, antusias, gembira, menghargai, memaafkan dsb adalah hasil yang dicapai dari sabar dan syukur.
Dengan mengelola emosi yg baik akan berdampak positif bagi diri sendiri berupa tubuh yang sehat dan aktif, dalam pekerjaan menjadi lebih produktif, dan bagi lingkungan pergaulan menjadi lebih kontributif.
Secara tidak langsung, hemat emosi menjadikan hemat energi dan tentunya hemat biaya. Karena tak perlu cost tambahan yang harus dikeluarkan gara-gara menyakiti orang lain, hidup sehat tak perlu biaya berobat, rezeki pun makin lancar karena hubungan silaturahim terjaga.
Selamat menyambut Ramadhan 1440 H dengan hati yang bahagia, lapang dada saling maaf memaafkan.[]




