IDI RAYEK – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Langsa, Khairul Rizal Latif, mengapresiasi keputusan kelompok bersenjata  di bawah pimpinan Nurdin Bin Ismail alias Din Minimi yang kembali ke masyarakat. Dia menilai sikap Din Minimi cs ini adalah hal positif yang harus dilihat oleh semua pihak.

“Sadar atau tidak kelompok tersebut telah membuka warna baru di Aceh. Artinya mereka lebih memilih suasana damai daripada mencekam, selaku mahasiswa Aceh Timur sangat kita apresiasikan,” ujar Khairul kepada portalsatu.com, Jumat, 1 Januari 2016.

Khairul mengatakan tugas Pemerintah Aceh saat ini adalah membina kelompok yang pernah mengangkat senjata ini agar lebih berguna untuk masyarakat.

“Pemerintah Aceh harus bertindak dalam hal ini, bukan melihat dan berdiam saja. Pemimpin Aceh yang berkuasa hari ini  sama juga seperti Din Minimi (yang) dulu mengangkat senjata dan akhirnya juga turun gunung. Ini saya rasa sangat dipahami oleh penguasa Aceh apa kemauan daripada kelompok Din Minimi,” katanya.

Selain itu, Khairul juga meminta kepada Pemerintah Aceh untuk mengevaluasi kerjanya dalam merangkul seluruh ekskombatan yang berada di seluruh Aceh.

Dia juga menilai Pemerintah Aceh gagal merangkul mantan kombatan sehingga Din Minimi dan kawan-kawan mengangkat senjata. Kegagalan ini kemudian memicu mereka yang dulunya berada di rantai komando, menjadi musuh Pemerintah Aceh yang berada di bawah kepemimpinan Zaini-Muzakir Manaf.

“Nah ini perlu dikoreksi sedalam-dalam mungkin atas kelemahan yang selama ini terjadi agar tidak muncul lagi kelompok-kelompok baru di Aceh,” kata mahasiswa asal Peureulak itu.

Khairul turut meminta kepada Pemerintah Aceh dan pusat untuk memberikan pembinaan profesi dan skill kepada seluruh anggota Din Minimi, yang saat ini sudah memutuskan untuk kembali kepada masyarakat.

“Ini perlu diperhatikan juga oleh pemerintah. Alangkah indahnya jika mereka diberi bekal-bekal pelatihan kerja, dibimbing program kerja di balai pelatihan kerja daerah masing-masing,” ujarnya.

Dia mengatakan pelatihan ini bertujuan agar mereka mempunyai kesibukan kerja nantinya sehingga tidak kembali lagi ke jalan yang sama. “Ini dapat dilihat ada ekskombatan yang sukses mereka buka usaha sendiri, mengelas di bengkel, mekanik motor, berternak dan lain-lainya hal yang positif,” kata Khairul.[](bna)