BIREUN – Satu unit mobil jenis Pajero melintas kencang melewati mobil Avanza yang ditumpangi portalsatu.com, di Jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di kawasan, Cot Geulungku, Bireuen, Minggu, 10 April 2016. Tak lama kemudian satu unit mobil polisi dengan sirine yang berbunyi keras muncul dengan kecepatan tinggi. Moncong senjata laras panjang terlihat dari jendela mobil aparat kepolisian yang mencoba mengejar Pajero hitam tadi. Dengan aba-aba tangan, polisi memerintahkan kendaraan lain untuk minggir.

Keadaan sempat sepi karena kedua mobil yang terlibat kejar-kejaran tersebut telah menghilang dengan kecepatan tinggi. Jarum jam menunjukkan pukul 11.25 WIB. Crew portalsatu.com mencoba mengejar kedua mobil tersebut. Tak lama kemudian  muncul mobil polisi dengan tulisan Polsek Peudada dari arah Banda Aceh, yang juga mencoba mengejar Pajero hitam yang mengebut di jalan lintas Banda Aceh-Medan.

Sesampai di Peudada, Bireuen, terlihat kerumunan warga. “Na ureung ie drop. Badan ube raya na iba po rumoh ngon aneuk lam moto nyan,” kata salah satu warga yang namanya tak ingin disebut kepada portalsatu.com.

Dari potongan informasi yang dikumpulkan portalsatu.com di lapangan, mobil Pajero tersebut melaju kencang dari arah Banda Aceh ke Medan. Belum diketahui pasti sejak kapan polisi kejar-kejaran dengan mobil tersebut, namun di Kecamatan Peudada sempat terdengar 3 kali letusan tembakan senjata api.

Menurut keterangan warga, letusan itu adalah tembakan peringatan yang dilakukan oleh polisi. Akan tetapi karena pengemudi Pajero hitam tak menghiraukannya, mobil polisi dari arah Medan pun membarikade mobil Pajero hitam tersebut dari arah berlawanan.

Dua boh moto i blok dari inoe sehingga moto Pajero nyan hana i tuho jak le,” kata sumber portalsatu.com.

Setiba wartawan portalsatu.com di lokasi barikade sudah terlihat bersih. Tidak ada yang tersisa, selain keheranan warga terkait pekara apa yang terjadi di siang bolong itu. Mobil Pajero hitam tersebut pun kabarnya telah dibawa ke Mapolres Bireun. Namun, Kapolres Bireun sampai sekarang tidak dapat dihubungi.

Kabid Humas Polda Aceh, T. Saladin yang dihungi portalsatu.com juga belum mengetahui terkait kejadian tersebut. Ia mengaku akan mengecek hal tersebut. “Belum tahu, nanti kita cek,” kata Saladin via telepon kepada wartawan.

Sampai sekarang redaksi masih menunggu informasi lebih lanjut terkait hal tersebut.[](bna)