SUBULUSSALAM – Sebanyak 720 unit rumah Hunian Tetap (Huntap) untuk masyarakat yang terdampak banjir, bakal dibangun di Kota Subulussalam.

Huntap tersebut dibangun di Kampong Binanga dan Kampong Muara Batu-Batu, Kecamatan Rundeng. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB), Kamis, 22 Oktober 2026 usai mengikuti rapat koordinasi terkait pemutakhiran rencana induk kebutuhan rumah pascabencana banjir Kota Subulussalam, di Ruang Rapat Setda Aceh, Rabu, 21 Oktober.

Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten II Setda Aceh, T Robby Irza.
Sementara dari Subulussalam, selain wali kota hadir juga Kepala Bappeda, Kadis PU, BPBD, Inspektorat serta unsur terkait lainnya.

“Dalam rapat tersebut direncanakan pembangunan 720 unit Huntap bagi masyarakat terdampak banjir di Kota Subulussalam yang berlokasi di Desa Binanga dan Desa Muara Batu-Batu, Kecamatan Rundeng,” ujar Wali Kota Rasyid Bancin.

Rapat koordinasi pemutakhiran rencana induk kebutuhan rumah pascabencana banjir Kota Subulussalam itu menindaklanjuti surat Kementerian Perumahaan dan Kawasan Pemukiman Nomor PR.01.2/Sj/304/B/2026.

Haji Rasyid Bancin mengatakan pembangunan rumah diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh hunian layak dan aman untuk memulai kehidupan kembali pascabencana.

“Rumah Hunian Tetap ini dapat membantu masyarakat memperoleh hunian layak dan aman untuk ditempati dan memulai kehidupan,” ujarnya.[]