BLANGKEJEREN – Banjir dan longsor melanda Kabupaten Gayo Lues menyebabkan 4.798 rumah warga hanyut dan tertimbun longsor (rusak berat). Sedangkan rumah rusak ringan 405 unit.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Gayo Lues, Zakaria, Selasa, 9 Desember 2025, mengatakan rumah hanyut atau tertimbun longsor (rusak berat) dan rusak ringan sudah selesai didata.

“Dari hasil pendataan kita di lapangan, 4.798 rumah rusak berat, dan 405 rumah rusak ringan di 11 kecamatan,” kata Zakaria di Posko Tanggap Darurat Bencana Gayo Lues.

Dari ribuan rumah yang diterjang banjir dan longsor itu, sebagian desa harus direlokasi. Desa yang telah dihuni sejak lama oleh masyarakat harus dipindahkan ke lokasi aman akibat masih berpotensi terjadi banjir dan longsor susulan.

“Ada 11 desa yang harus direlokasi karena desa itu sudah tidak aman untuk ditempati. Yakni, Desa Uyem Beriring, Pulo Gelime, Pasir, Setul, Uning, Remukut, Pertik, Pining, Tetinggi, Ramung Musara, dan Desa Agusen,” ujar Zakaria.

Untuk penanganan rumah warga yang rusak berat, rusak ringan dan harus direlokasi, Dinas Perkim Gayo Lues akan mengusulkan ke pemerintah pusat. “Dengan harapan bisa disetujui agar keadaan Gayo Lues kembali normal”.[]