IDI RAYEK – Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan menyebutkan, sebelum ditembak, Muchlisin mendapat telpon dari Wahyudin untuk datang ke Desa Meunasah Ketapang, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur.
“Pada hari Selasa 6 Desember 2016, sekira pkl 08.30 Wib, korban Muchlisin mendapat telepon dari seseorang untuk datang ke Jl. Kasih Sayang Gampong Meunasah Ketapang Kec. Darul Aman Kab. Aceh Timur. Sekira pukul 09.30 Wib, korban bersama anaknya menggunakan sepeda motor Scoopy berangkat menuju Jalan Kasih Sayang. Sekira pkl 10.30 Wib, korban Muchlisin bertemu dengan pelaku dan terjadi penembakan,” tulis Goenawan menjawab portalsatu.com/ melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 31 Desember 2016, malam.
Goenawan menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi dan hasil analisa IT oleh Densus 88 Antiteror, disimpulkan bahwa penelpon yang meminta korban datang ke TKP adalah Wahyudin alias Tengku Agam.
Berdasarkan hasil penyelidikan lebih lanjut, kata Goenawan, diduga ada tiga orang yang terlibat penembakan terhadap Muchlisin. Dua di antaranya sudah ditangkap, Wahyudin dan Saiful alias Si Pon, Sabtu siang.
“Petugas masih Melakukan penyelidikan terhadap satu pelaku dengan inisial Tam di wilayah Kab. Aceh Utara yg diduga ikut dalam aksi pembunuhan terhadap korban,” tulis Goenawan.
Goenawan mengatakan berdasarkan dari keterangan sembilan saksi, diketahui Wahyudin melakukan penembakan terhadap Muchlisin.[]


