PADA 30 Oktober 1918 Kesultanan Turki menandatangani gencatan senjata untuk mengakhiri Perang Dunia I. Dalam Perang Dunia I, Kekhalifahan Turki masuk dalam Blok Sentral yang anggotanya antara lain Kerajaan Jerman, Kerajaan Austria-Hungaria, Kerajaan Bulgaria.

Blok Sentral berperang melawan Kekuatan Sekutu yang terdiri dari Kerajaan Prancis, Kerajaan Inggris Raya, Kekaisaran Rusia, Kerajaan Serbia, Kerajaan Belgia, Jepang, Italia, Portugis, Yunani, Amerika Serikat, Hejaz, Siam, Romania dan masih banyak lagi. 

Terlibatnya Turki dalam Perang Dunia I saat mereka menyerang Kesultanan Rusia pada 29 Oktober 1914. Kemudian Kekaisaran Rusia menyerukan perang melawan Kekaisaran Turki. 

Pasukan Kekhalifahan Turki bertempur di berbagai medan perang di negara-negara Balkan dan Timur Tengah. Adanya blokade laut oleh negara-negara anggota Blok Sekutu membuat pasukan Turki kewalahan. 

Ditambah lagi dengan banyaknya petani yang harus ikut wajib militer. Ini berakibat kurangnya pasokan pangan di kota-kota di Turki. Akhinya Kekaisaran Turki mengalami kekalahan dalam Perang Dunia 1918. Bahkan Kekaisaran Turki dihapuskan pada 1922.

Pada 30 Oktober 1920 Partai Komunis Australia didirikan di Kota Sydney. Partai ini didirikan oleh sekelompok orang beraliran sosialis yang terinspirasi Revolusi Rusia.

Pendirinya antara lain Jock Garden, Adela Pankhurst, Tom Wash. Partai Komunis Australia mendapatkan popularitas dan kekuasaannya pada 1940.

Namun partai tersebut diancam akan ditutup pada 1951. Partai Komunis Australia terus bertahan di tengah pandangan liberal Australia. Namun memang partai ini tak pernah menjadi partai mayoritas.

Partai Komunis Australia cukup mempengaruhi serikat buruh, gerakan sosial, dan kultur nasional Australia. Namun pada 1990 jumlah anggota partai ini turun drastis sekitar 1.000 orang.

Akibatnya pada 1991 Partai Komunis Australia dibubarkan. Kemudian dibentuk Partai Kiri Baru. Partai ini tak memakai nama komunis dengan tujuan untuk menarik jumlah anggota yang masuk.[]Sumber:Republika