BULAN Muharam dalam sejarah dikenal sebagai awal hijrahnya Nabi Muhammad. Hijrah secara bahasa artinya meninggalkan dan pindah, baik fisik maupun mental-spiritual. Berpindah menunjukkan adanya dinamika dan transformasi.
Manusia perlu hijrah karena perbaikan kualitas hidup menuntut adanya transformasi fisik dan mental- spiritual. Oleh karena itu, di antara ayat yang turun kepada Nabi Muhammad SAW pada awal kenabiannya adalah perintah hijrah.
“Dan hendaklah engkau hijrah (tinggalkan) dosa besar” (QS. Al-Mudatstsir [74]: 5).
Bagi Nabi SAW, hijrah bukan hanya merupakan strategi dakwah Islam, tapi juga merupakan pengembangan kecerdasan spiritual dan pendidikan nilai. Sungguh luar biasa kesabaran jiwa Nabi SAW dan para sahabatnya dalam menghadapi berbagai intimidasi, cercaan, makian, boikot, bahkan ancaman pembunuhan terhadap dirinya dari kaum kafir Quraisy.
Pada malam hijrah Nabi SAW ke Madinah, Abu Jahal cs setelah merencanakan untuk menangkap hidup-hidup atau membunuh Muhammad. Sesuai dengan hasil “permufakan jahat” di Darun Nadwah tempat berkumpulnya para petinggi Quraisy Abu Jahal telah mengerahkan ratusan pasukan untuk mengepung rumah Muhammad SAW, untuk menangkap hidup-hidup atau membunuh Nabi. (Muhbib Abdul Wahab Hijrah dan Pendidikan Nilai)
Sistem Kalender Pra-Islam di Arab
Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (kamariah) maupun Matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan, dan untuk menyinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).
Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting di tahun tersebut. Misalnya, tahun Muhammad lahir dikenal dengan sebutan Tahun Gajah. Karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Kabah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Etopia).
Pada era kenabian Muhammad, sistem penanggalan pra-Islam digunakan. Pada tahun ke-9 setelah hijrah, turun ayat 36-37 Surat At-Taubah, yang melarang menambahkan hari (interkalasi) pada sistem penanggalan.
Kapan Penentuan Tahun Pertama Kalender Islam?
Dalam sejarah disebutkan bahwa setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan dimulainya tahun pertama kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.
Kemudian hingga akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun.
Tanggal 1 Muharam tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan September 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah adalah papirus di Mesir pada tahun 22 H, PERF 558.[]





