ACEH UTARA – Masyarakat bersama para santri di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, melakukan pawai obor memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah, Kamis, 26 Juni 2025, malam.

Pemandangan itu terlihat dari depan Polsek Seunuddon. Obor tersebut dibawa para santri dan masyarakat secara bersama-sama, sembari melantunkan salawat dan takbir.

Ribuan santri dan warga yang berasal dari 33 gampong di Kecamatan Seunuddon, mengikuti kirab obor dengan penuh semangat dan haru. Tidak henti-hentinya, mereka melantunan salawat sambil berjalan kaki sebagai bentuk rasa syukur atas apa yang telah didapatkan dari Allah SWT.

Kegiatan pawai obor itu diinisiasi oleh Kapolsek Seunuddon, Iptu. Edi S., sekaligus dalam rangka menyambut HUT ke-79 Bhayangkara.

Pelepasan kirab obor tersebut dilakukan Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti. Pada kesempatan itu, Polsek Seunuddon juga ikut menyantuni anak yatim.

“Kegiatan ini kita laksanakan atas izin Pak Kapolres. Warga dan santri hanya berkeliling di sekitar pusat (kedai) kecamatan saja, lalu kembali dan berkumpul di halaman Polsek Seunuddon untuk mengikuti tausiah dan zikir bersama, yang disampaikan oleh Ketua Penasihat Sirul Mubtadin Pusat, Teungku Tarmizi M. Thayeb akrab disapa Abu Cut,” kata Iptu Edi, dalam keterangannya, Jumat, 27 Juni 2025.

Abu Cut dalam tausiahnya mengajak semua pihak untuk meningkatkan keimanan dan mempererat ukhwah islamiyah pada tahun 1447 Hijrah. Dalam tahun baru Islam, masyarakat harus dapat mengisi kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Sirul Mubtadin, Abi Razali, menyampaikan kegiatan kirab obor menyambut tahun baru Islam dan peringatan HUT ke-79 Bhayangkara berkat adanya kerja sama yang baik antara Polres Aceh Utara dan masyarakat.

“Ini telah sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam lagu Indonesia Raya yaitu ‘bangunlah jiwanya, bangunlah badannya’. Jiwa dibangun para ulama dan raga dibangun oleh pemerintah. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Kapolres Aceh Utara, beserta jajarannya,” ujar Abi Razali dalam sambutannya.

Abi Razali mengatakan peringatan Tahun Baru Hijriah bermakna sebagaimana Rasulullah lakukan yaitu Rasul hijriah dari satu tempat ke tempat yang lain.

“Sedangkan kita, berhijriah dari keadaan kurang baik menuju pada kondisi yang baik dari semua sisi. Kami mengajak seluruh masyarakat khususnya di 33 gampong dalam Kecamatan Seunuddon untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjaga keluarga dari terperosok dalam lembah maksiat,” ucap Abi Razali.

Menurut Abi Razali, pawai obor itu hanyalah sebuah simbol. Artinya, para santri itu diibaratkan seperti obor yang akan menjadi penerang di masa depan. Jika sudah sampai pada kondisi yang baik, jangan berubah lagi pada perbuatan yang tidak baik.[]