Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaSejarah Singkat Asal...

Sejarah Singkat Asal Mula Tulisan

Sistem tulisan atau aksara adalah ciptaan manusia yang paling berguna. Dengan tulisan manusia dapat menembus batas-batas waktu dan ruang. Dengan tulisan manusia juga dapat menyimpan akal budinya.

Tidak diketahui kapan manusia pertama kali menggunakan tulisan. Para ahli linguistik pada umumnya mengira tulisan bermula dari gambar seperti yang ditemukan di gua Altamira, Spanyol Utara. Gambar itu kemudian benar-benar menjadi tulisan atau piktogram. Piktogram secara langsung menggambarkan benda yang dimaksud.

Tulisan piktogram dipakai di kalangan orang-orang Indian Amerika, orang Yukagir di Siberia, dan di Pulau Paska (Pasifik Timur).

Hingga kini piktogram masih dipakai dalam tanda lalu lintas internasional dan pada tanda-tanda kamar kecil untuk lelaki dan perempuan.

Pada perkembangan selanjutnya piktogram tidak hanya menunjukkan gambar benda yang dimaksud, melainkan juga sifat-sifat benda itu atau konsep-konsep yang berhubungan dengan benda itu. Sebagai contoh, tulisan hieroglif Mesir yang dipakai 4000 tahun sebelum Masehi.

Dalam tulisan tersebut ada gambar tongkat Fir’aun. Gambar tongkat tersebut berarti memerintah. Begitu pula gambar air keluar dari kendi. Itu berarti ‘segar’ atau ‘dingin’.

Gambar yang tidak hanya menunjukkan gambar benda yang dimaksud, melainkan juga sifat-sifat benda itu atau konsep-konsep yang berhubungan dengan benda itu disebut ideogram.

Dalam sejarahnya yang panjang piktogram dan ideogram disederhanakan sehingga tidak tampak lagi hubungan antara gambar dan apa yang dimaksud.

Salah satu contoh dapat dilihat dari aksara paku yang dipakai oleh bangsa Sumeria 4000 tahun sebelum Masehi. Sistem tulisan Sumeria tersebut kemudian diambil alih oleh Persia (600-400 s.M), tetapi bukan untuk menggambarkan gambar atau gagasan atau kata, melainkan untuk menggambarkan suku kata (aksara silabis). Dalam waktu yang hampir bersamaan orang Mesir juga mengembangkan tulisan yang menggambarkan suku kata.

Aksara silabis mempengaruhi sistem tulisan bangsa-bangsa lain, termasuk bangsa Fenisia yang hidup di pantai Timur Laut Tengah (sekarang Libanon).

Aksara Fenisia membuat 22 suku kata, setiap tanda melambangkan satu konsonan diikuti oleh vokal.

Pada abad ke-10 s.M. tulisan silabis orang Fenisia dipinjam oleh orang Yunani. Namun, karena bahasanya berlainan, sifat silabisnya ditinggalkan dan orang Yunani mengembangkan tulisan bersifat alfabetis.

Tulisan alfabetis menggambarkan setiap vokal dan konsonan dengan satu huruf. Aksara Yunani kemudian diambil alih oleh orang Romawi dan dalam abad pertama Masehi aksara Romawi atau Latin menyebar ke seluruh dunia dan sampai di Indonesia sekitar abad ke-16 bersamaan dengan penyebaran agama Kristen. Aksara Romawi ini (Latin) sampai hari ini masih kita pakai).

Sebelum aksara Romawi dikenal di Indonesia, pelbagai bahasa di Indonesia sudah mengenal aksara, yaitu bahasa Jawa, Sunda, Madura, Bali, Sasak, Lampung, Bugis, Makasar, dan Batak.

Jenis aksara bahasa-bahasa tersebut diturunkan dari aksara Pallawa dipakai di India Selatan pada abad ke-4 Masehi. Tulisan itu disebarkan di Indonesia bersamaan dengan penyebaran agama Hindu dan Budha.

Aksara Palawa sendiri diturunkan dari tulisan Brahmi yang asal muasalnya dapat ditelusuri ke tulisan Semit. Jadi, aksara India itu sebenarnya seasal dengan aksara Ibrani, Parsi, dan Arab.

Kedatangan Islam di Indonesia menyebabkan tersebarnya aksara Arab yang dikenal di Indonesia berlainan sedikit dengan aksara Arab di negeri Arab.

Perbedaan itu karena aksara Arab di Indonesia mendapat pengaruh dari aksara Arab Parsi.

Aksara Arab yang dipakai dalam bahasa Melayu dikenal sebagai aksara Jawi.

Bahasa Jawa juga menggunakan tulisan Arab, khususnya yang dipakai dalam karya-karya yang bersangkutan dengan Islam. Tulisan Arab untuk bahasa Jawa dikenal sebagai aksara Pegon.[]

Baca juga: