LHOKSUKON – Sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara terendam banjir akibat curah hujan tinggi. Salah satu lokasi terparah di Meunasah Jok Kilometer II, Kecamatan Lhoksukon, setelah tanggul Krueng (Sungai) Peutoe di desa itu jebol. Sebagian warga Meunasah Jok mengungsi ke meunasah (surau) desa tersebut.
Pantauan pada Sabtu, 1 Desember 2022, selain Kecamatan Lhoksukon, wilayah terdampak banjir antara lain Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu, dan Baktiya.
Sejumlah desa terdampak banjir antara lain Meunasah Jok, Meunasah Manyang, dan Nga LT, akibat jebolnya tanggul Krueng Peutoe di Desa Meunasah Jok Kilometer (KM) II Lhoksukon.
Banjir tidak hanya merendam permukiman penduduk, tapi juga menutup badan jalan lintas Lhoksukon–Cot Girek, sehingga menghambat masyarakat yang melintasi kawasan itu.
“Cuma mobil yang bisa lewat. Kalau kendaraan roda dua harus melalui tanggul irigasi,” ujar Ibnu Sabil (33), warga Meunasah Jok.

(Sebagian warga Meunasah Jok, Kecamatan Lhoksukon, mengungsi ke lantai dua bangunan meunasah (surau), karena rumah mereka terendam banjir setelah jebolnya tanggul di desa itu, Sabtu, 1 Januari 2022. Foto: Amrizal)
Keuchik Meunasah Jok, Zulkifli, mengatakan sebulan lalu tanggul yang rusak sudah pernah diperbaiki secara swadaya masyarakat. Akibat curah hujan tinggi, debit air sungai naik perlahan sejak Magrib, Jumat (31/12), hingga meluap ke permukiman penduduk.
“Sebagian masyarakat mulai mengungsi ke meunasah untuk dapat memasak makanan,” ujar Zulkifli.
Hingga Sabtu sore, kawasan Lhoksukon masih diguyur hujan.
Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Murzani, menyebut beberapa kecamatan di Aceh Utara terendam banjir. Di antaranya, Kecamatan Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Cot Girek, Geureudong Pase, Samudera, Banda Baro, Dewantara, dan Sawang.
“Jumlah gampong (desa) yang terendam banjir masih dilakukan pendataan secara akurat, juga perlu berkoordinasi dengan pihak Muspika dan keuchik gampong,” ujar Murzani.
Menurut Murzani, banjir tersebut disebabkan luapan air Krueng Peutoe karena tidak adanya tanggul permanen.

(Kondisi tanggul Krueng Peutoe di Desa Meunasah Jok KM II, Kecamatan Lhoksukon, setelah jebol. Foto: Fazil)
Kepala BMKG Malikussaleh, Aceh Utara, Siswanto, S.T., M.Si., melalui surat edaran tanggal 31 Desember 2021 mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan curah hujan disertai angin kencang yang dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, banjir bandang maupun genangan.
Masyarakat bisa memantau perkembangan perubahan cuaca melalui aplikasi android ‘Info BMKG’ yang dapat di-download pada aplikasi playstore, atau via akun Instagram bmkg_acehutara.[](mag-amrizal)







