Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaBerita SubulussalamSekda Aceh Buka...

Sekda Aceh Buka TTG ke-23 Tingkat Provinsi di Subulussalam

SUBULUSSALAM – Sekda Aceh dr. Taqwallah, M.Kes membuka secara resmi gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-23 tingkat Provinsi Aceh berlangsung di Lapangan Sada Kata, Komplek Kantor Pemerintahan Kota Subulussalam, Jumat, 26 Agustus 2022 malam.

Pembukan TTG Aceh ini ditandai dengan pemukulan beduk oleh Sekda Aceh Taqwallah didampingi Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E., Plt. Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ir. Razali, M. Si., serta Kepala DPMG Aceh dr. Ir. Zulkifli, M. Si., dan Senior Program Manager Event Kedutaan Australia, Riri Silalahi.

Sekda Aceh mengatakan event ini wajib dimanfaatkan untuk mempromosikan alat TTG di daerah masing-masing, juara event ini akan diikutsertakan pada gelar TTG ke-23 tingkat nasional di Provinsi Jawa Barat pada Oktober mendatang.

Taqwallah menjelaskan TTG ini untuk menguatkan Posyantek yang ada di daerah kab/kota di Aceh. Karena itu, segera bentuk dan lakukan revitalisasi Posyantek daerah masing-masing, selanjutnya diinventarisasi dan sampaikan kepada pemerintah Aceh.

Pemerintah akan berupaya memfasilitasi pemasaran alat TTG sesuai mekanisme yang berlaku. Sekda berharap jangan sampai alat canggih (Posyantek) karya inventor menjadi sia-sia karena tidak dimanfaatkan menjadi nilai tambah untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Sekda Aceh menyampaikan capaian pencairan dana desa selama ini sangat bagus, namun lebih bagus lagi jika pemanfaatan dana desa dialokasikan untuk penanganan stunting dengan menyukseskan Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA).[]

 

Baca juga: