SUBULUSSALAM – Pemerintah desa di seluruh kecamatan dalam wilayah Kota Subulussalam diharapkan memiliki Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan melahirkan sumber PAD atau pendapatan asli kampong (PAK) agar bisa mandiri untuk 5 tahun atau 10 tahun ke depan.
“Perlu digagas bagaimana desa memiliki peningkatan PAD kampong dan juga memiliki Bumdes biar kampong tersebut bisa mandiri baik 5 tahun ini maupun untuk 10 tahun mendatang,” kata Sekretaris Bappeda Subulussalam, Baginda Nasution, S.H., M.M., Kamis, 8 Agustus 2019.
Harapan itu disampaikan Baginda Nasution di hadapan para kepala desa dalam kegiatan penyuluhan hukum/sosialisasi bahaya narkoba dan Kamtibmas bagi aparatur kampong dan Ketua BPG di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Subulussalam.
Baginda mengatakan, saat ini anggaran desa masih bergantung pada APBN, APBA dan APBK. Kondisi ini belum bisa dipastikan berlangsung normal untuk ke depannya, apakah dana tersebut bertambah atau justru berkurang.
Oleh karena itu, sebagai langkah anstisipasi, desa diharapkan punya Bumdes dan sumber-sumber PAD sehingga ke depan desa memiliki anggaran sendiri tidak hanya bergantung dana dari pusat, provinsi maupun kota.
“Sehingga desa lebih mandiri. Sebagian desa di daerah lain ada yang sudah mulai mandiri baik di daerah Aceh maupun di luar Aceh,” ungkap pria yang sedang menyelesaikan Program Doktor Jalur Riset di Universitas Negeri Medan ini.[]


