BANDA ACEH Sejak dibukanya Pameran Temporer bertema Kehidupan Nelayan Aceh Pasca Tsunami 2004 pada 3 Mei kemarin, Museum Tsunami Aceh banjir kunjungan dari peserta-peserta Pekan Nasional KTNA XV 2017 dari berbagai daerah.
Lebih dari 3.500 pengujung setiap harinya tercatat dalam data Museum Tsunami Aceh. Khusus pada hari ini, Minggu, 7 Mei 2017 jumlah pengunjung meningkat sebanyak 2,5 kali dari sebelumnya.
Salah seorang pengunjung dari Nusa Tenggara Timur yang juga merupakan peserta PENAS KTNA XV 2017, John Tepewali, mengatakan dirinya sangat merasakan kesedihan yang luar biasa saat melihat dan merasakan bagaimana tsunami terjadi melalui desain arsitektur, display, dan koleksi yang ditampilkan di Museum Tsunami Aceh.
Selama ini kita hanya melihat dan menyaksikan peristiwa tsunami melalui televisi, tetapi di sini kita bisa merasakan langsung apa yang dirasakan oleh teman dan saudara-saudara kita di Aceh tentang peristiwa tersebut, katanya melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com.
Peserta lainnya, Safir, yang berasal dari Sumba Tengah, NTT mengatakan, ia bersyukur ajang Penas Tani Nelayan kali ini diadakan di Aceh. Dengan begitu mereka bisa melihat langsung gambaran peristiwa tsunami yang terjadi pada 2004 silam.
“Kami pun turut bersedih dan berduka dengan peristiwa ini. Kami pun sangat mengapresiasi dan senang dengan diadakan pameran temporer ini di Museum Tsunami Aceh, ujar Safir.
Santi, salah seorang pengunjung asal Aceh Singkil turut merasakan kesedihan dan kedukaan dalam kunjungan pertamanya ke Museum Tsunami Aceh.
Merinding ketika masuk ke sini terutama ketika memasuki Sumur Doa Museum tsunami Aceh. Tapi apa yang ditampilkan di sini sudah cukup bagus. Untuk nelayan-nelayan di Singkil sendiri pun banyak yang mendapat bantuan pasca tsunami berupa kapal dan boat (speed boat) dari pemerintah, tambahnya.
Apresiasi dan antusias pengunjung pun sangat tinggi untuk belajar mengenai Amirul Bakri (Tokoh-tokoh Panglima Laot tempo dulu) dan menyaksikan kisah saksi hidup nelayan yang selamat saat tsunami yang di tampilkan dalam Pameran Temporer Nelayan di Museum Tsunami Aceh.
Pemeran Temporer ini masih akan digelar hingga tanggal 14 Mei nanti dalam rangka memeriahkan Pekan Nasional Petani dan Nelayan Aceh XV 2017.[]

