LHOKSEUMAWE – Pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) kini kembali beroperasi untuk memproduksi pupuk urea subsidi. Sebelumnya perusahaan itu sempat terhenti operasional akibat terkendala pasokan gas dari PT Medco E&P Malaka.
Manajer Humas PT PIM, Nasrun, kepada wartawan, Senin, 12 Juli 2021, mengatakan terhitung 4 Juli lalu suplai gas dari PT Pertagas Niaga (PTGN) sudah masuk ke PT PIM. “Kita langsung startup, Alhamdulillah selama satu hari setengah itu pupuk urea sudah keluar dari pabrik dan sampai saat ini dalam keadaan aman serta operasional tetap berjalan sesuai target yang ditetapkan”.
“Sejauh ini produksi (pupuk) kita telah mencapai 1.200 ton per hari untuk urea. Namun, untuk kecukupan gas sampai hari ini kita belum maksimal, karena memang suplai gas masih belum mencukupi untuk kapasitas 51 MMBtu/day. Kalau nanti sudah disuplai oleh PTGN sebesar 51 MMBtu/day, maka kita bisa beroperasi 100 persen. Suplai gas yang kita terima saat ini masih 42 MMBtu, jadi PIM belum bisa melakukan 100 persen,” kata Nasrun.
Menurut Nasrun, kontrak PT PIM dengan PTGN merupakan kontrak lama yang dilakukan sejak 2018 untuk 12 tahun ke depan, tapi suplai gasnya berjangka. “Jadi, beberapa waktu lalu memang ada kendala dari suplai PT Medco kepada PTGN, sehingga operasional PIM pun sempat terhenti sementara dan sekarang sudah mulai beroperasi kembali”.
“Sesuai dengan kontrak harusnya terjamin suplai gas ke PT PIM, cuma kalau nanti kendala di lapangan itu kita tidak bisa prediksi karena ini merupakan sumber daya alam. Untuk produksi pupuk sebenarnya kalau dapat mencapai 100 persen sebagaimana dimaksudkan itu per hari dicapai 1.725 ton, tetapi saat ini kita masih 1.200 ton per hari,” ujar Nasrun.
Nasrun menambahkan, memang jika operasional pabrik terhenti tentu ada kerugian, dan itu risiko perusahaan. Nanti akan dihitung pada akhir tahun oleh pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kantor Akuntan Publik (KAP) sehingga akan diketahui berapa kerugian PT PIM per tahun.
“Itu akan dihitung baik kerugian maupun keuntungannya, kalau sekarang belum bisa kita melihat berapa besaran keuntungan yang diperoleh, nanti pada akhir tahun baru bisa kita ketahui. Pasti kalau ada kerugian akan menurunkan keuntungan,” ucap Nasrun.[]




