LANGSA – Para seniman menyambut gembira pencalonan Teuku Afifuddin sebagai salah satu calon Wali Kota Langsa yang mendaftar melalui Partai Demokrat pada Minggu, 3 April 2016 lalu.
“Sosok Afifuddin dinilai berkompetensi memajukan kebudayaan dan kesenian Aceh untuk membangun Kota Langsa,” ujar Muhammad Rain atau dikenal Muhrain, salah satu peminat sastra berlatar belakang akademisi pendidikan melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Rabu, 6 April 2016.
Dia mengatakan dukungan terhadap Afifuddin juga diberikan oleh Zab Bransah seorang seniman sastra dan Rusli Juned, seniman lukis. Mereka menyampaikan berbagai pandangan dan masukan pada malam menjelang penyerahan berkas pencalonan wali kota.
Teuku Afifuddin merupakan putra kelahiran Kota Langsa yang juga alumni SMK Negeri Langsa. Awalnya, Afifuddin memilih jurusan teknik pada awal kiprah di dunia pendidikan. “Namun seiring perkembangan usia, dia memilih melanjutkan studi di bidang kesenian,” ujar Muhrain.
Muhrain mengatakan Afifuddin memilih keyakinan dan keberanian menjadi kunci memperoleh apapun yang dicita-citakan, “selain memenangkan rasa takut.”
Teuku Afifuddin, kata Muhrain, berpendapat apabila mantan narapidana sekalipun sah secara undang-undang mencalonkan diri mereka sebagai kepala daerah, maka sudah sewajarnya pula siapa saja yang tidak memiliki persoalan hukum dan cukup syarat, berhak mengajukan diri menjadi gubernur/bupati/wali kota di manapun mereka berada.
Menurut Muhrain, pencalonan diri Afifuddin mendapat sambutan hangat dari DPC Partai Demokrat Langsa. “Apalagi jika dibandingkan dengan kandidat lain, Teuku Afifuddin merupakan calon paling muda (33 tahun),” kata Muhrain.
Muhrain turut membeberkan bukti kiprah nyata Teuku Afifuddin untuk Provinsi Aceh. Salah satunya adalah turut memajukan kebudayaan Aceh dengan andil besar pendirian Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh di Kota Jantho-Aceh Besar pada 12 Maret 2012 lalu. Afifuddin juga pernah menjabat sebagai Ketua III Dewan Kesenian Aceh (2004).
“Kiprah bidang kesenimanan dimulai saat menjadi salah satu pengurus Unit Kegiatan Teater Unsyiah 1999,” katanya.
Afifuddin juga menjadi cineas Layarkaca Intervision yang juga turut memperkenalkan serta melestarikan Teater Tutur seniman Teuku Adnan PMTOH melalui ajang PEKSIMINAS VII Lampung. “Saat itu meraih juara II.”[](bna)




