LHOKSEUMAWE – Sekretariat DPRK (Setwan) Aceh Utara membeli lima mobil dinas senilai Rp1,7 miliar lebih sumber dana APBK 2016.

Data diperoleh portalsatu.com, akhir pekan lalu, dalam rencana pengadaan di bawah Setwan Aceh Utara tahun 2016 terdapat pagu Rp1,714 miliar untuk lima mobil dinas. Rinciannya, pengadaan minibus empat unit Rp1,444 miliar, dan satu unit lainnya Rp270 juta.

Menurut staf Setwan Aceh Utara, empat mobil jenis Innova sudah dibeli tahun 2016 dan kini digunakan empat ketua Fraksi DPRK. Sedangkan satu unit mobil Rush dipakai kepala Bagian Risalah Setwan. “Kabag Risalah sudah setahun menjabat tidak ada mobil, mungkin karena itu dibeli satu Rush untuk operasionalnya,” ujar staf itu.

Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara H. Saifuddin, S.H., ditemui portalsatu.com di ruangan Wakil Ketua I DPRK, H. Mulyadi CH., 4 April 2016, mengaku tidak mengetahui soal pengadaan empat mobil Innova tahun ini untuk para ketua fraksi. “Itu saya tidak tahu, tidak pernah diberitahukan,” katanya.

Saifuddin lantas menanyakan kepada Mulyadi CH yang duduk di depannya. “Tahu, ada dibahas. Karena anggaran diplot sekian miliar, di dalamnya itu ada Innova sekian. Anggaran na, nye hana han jeut dibloe nyan (anggaran ada, kalau tidak ada tentu tidak bisa dibeli),” ujar Mulyadi CH.

Ketua Fraksi Amanat Karya Bangsa DPRK Aceh Utara Hasanusi menjawab portalsatu.com lewat pesan singkat, Rabu, 6 April 2016, mengakui telah menggunakan mobil operasional hasil pengadaan tahun ini.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Aceh Utara Abdullah Hasbullah membenarkan tahun ini ada pengadaan lima mobil, yaitu empat Innova dan satu Rush. Saat ini, kata dia, semua alat kelengkapan dewan dan ketua fraksi sudah ada mobil yang layak pakai berstatus pinjam pakai untuk menunjang operasional. “Tahun 2017 tidak ada pengadaan mobil lagi,” katanya.[] (idg)