LHOKSUKON – SM, 28 tahun, yang disebut oleh polisi sebagai salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) “Setan Botak Peureulak” diduga terlibat penikaman hingga menewaskan Bripka Anumerta Faisal, dikabarkan meninggal dunia, Selasa, 28 Agustus 2018. SM merupakan warga Gampong Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur.  

SM bersama lima rekan lainnya ditangkap tim gabungan Polda Aceh, Polres Aceh Utara dan Polres Aceh Timur, Minggu, 26 Agustus 2018. Dalam penangkapan itu, satu tersangka berinisial ZK, 33 tahun, warga Aceh Timur, tewas ditembak karena berupaya melawan petugas.

Informasi diterima portalsatu.com/ menyebutkan, jasad SM dijemput pihak keluarganya di RSUD Cut Meutia, Buket Rata, Lhokseumawe, Selasa sore 

Keuchik Labuhan Keude, Said Arifin, dihubungi portalsatu.com/ via telepon seluler, Selasa malam, membenarkan, SM merupakan warga desanya. “Ya, betul, SM itu warga kita. Ini lagi dikafanin, tadi dijemput oleh keluarga pukul 14.00 ke rumah sakit. Kalau meninggalnya saya tidak tahu pukul berapa, karena polisi yang bawa ke rumah sakit,” ujar Said Arifin. 

Said Arifin melanjutkan, “Tiba-tiba tadi anggota polisi dari Polres Aceh Utara kabari saya bahwa ia (SM) sudah meninggal, tapi saya tidak ikut menjemput. Tadi ada utusan desa yang ikut dengan keluarganya”.

“Ya, benar, ia yang ditangkap kemarin (Minggu). Malam ini juga jasadnya akan dimakamkan di Gampong Labuhan Keude,” pungkas Said Arifin.

portalsatu.com/ sudah berupaya menghubungi pihak kepolisian terkait informasi meninggalnya SM, tapi belum diberikan penjelasan resmi.

Diberitakan sebelumnya, Tim Polda Aceh, Polres Aceh Utara dan Polres Aceh Timur berhasil menangkap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan penikaman hingga menewaskan Brigadir Anumerta Faisal. Lima anggota KKB ditangkap, dan seorang lainnya tewas ditembak lantaran melakukan perlawanan saat akan dibekuk.

Seperti diketahui, personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Utara, Brigadir Faisal, tewas ditikam di kawasan Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu, 26 Agustus 2018, sekitar 01.30 WIB dini hari.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Misbahul Munauwar, S.H., Senin, 27 Agustus 2018, mengatakan, tim gabungan dipimpin Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, mengamankan enam tersangka yang merupakan anggota KKB, salah seorang di antaranya tewas setelah berupaya melawan petugas saat akan ditangkap.

“Penangkapan dilakukan (Minggu) tadi malam, mulai jam 17.30 sampai 20.00 WIB di kawasan pertambakan masyarakat Madat di Aceh Timur,” kata Misbahul melalui keterangan tertulis diterima portalsatu.com/.

Misbahul menjelaskan, keenam tersangka itu berinisial SM (28), BH (36) dan SR (43), warga Aceh Timur. “Tiga orang lainnya MA (18), warga Langsa, FS (42), warga Aceh Utara, dan ZK (33), warga Aceh Timur. ZK tewas dalam penangkapan ini karena melawan petugas,” ujarnya.

Menurut Misbahul, tim gabungan menangkap para tersangka di kawasan tambak masyarakat di Madat, Aceh Timur, setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran atau penyisiran, pengembangan terhadap kasus pengeroyokan dan penusukan yang mengakibatkan gugurnya Brigadir Faisal, anggota Satreskrim Polres Aceh Utara.

“Dari hasil penyelidikan tim gabungan Polda Aceh, Polres Aceh Timur dan Polres Aceh Utara, menemukan informasi bahwa kelompok kriminal bersenjata itu dikenal dengan nama “Setan Botak Peureulak” yang diketahui merupakan kelompok perompak laut di perairan Aceh,” kata Misbahul.

“Menurut informasi yang didapat bahwa kelompok ini sudah tidak terpantau di wilayah Aceh Timur selama seminggu ini. Dan dari hasil olah TKP dinyatakan mengarah kepada kelompok ini berdasarkan seluruh data dan informasi yang ditemukan di lapangan,” ungkap Misbahul.

Misbahul mengatakan, Minggu kemarin, sekira pukul 17.00 WIB, tim memperoleh informasi dari masyarakat tentang adanya enam lelaki tak dikenal yang ke luar dari area pertambakan masyarakat. Menerima informasi itu, tim gabungan langsung menyisir area dan mengamankan tiga lelaki, sementara tiga lainnya melarikan diri.

“Tadi malam sekira pukul 20.00 WIB, tim menemukan tiga orang lainnya. Saat akan ditangkap, tersangka ZK berusaha melawan dengan akan melempar granat ke arah petugas sehingga terpaksa dilakukan tindakan represif penembakan dan tersangka ZK tewas di tempat. Dari ZK diamankan senjata revolver milik almarhum Bripka Anumerta Faisal,” ujar  Kabid Humas Polda Aceh.

Misbahul menyebutkan, lima tersangka diamankan di Mapolres Aceh Utara. “Sementara ZK yang tewas, (jenazahnya) akan diserahkan ke pihak keluarga,” katanya.

Menurut Misbahul, (almarhum) Brigadir Faisal yang tewas dalam menjalankan tugas, kini memperoleh Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta menjadi Brigadir Kepala (Bripka). (Baca: 5 Anggota KKB ‘Setan Botak Peureulak’ Ditangkap dan 1 Lainnya Tewas)[]

Lihat juga:

Polisi Buru AK-56 Dibawa Lari KKB ‘Setan Botak Peureulak’ Penikam Brigadir Faisal

Kapolri Berikan Knaikan Pangkat Untuk Faisal yang Tewas Ditikam Kelompok Bersenjata