SIGLI – Seorang nenek warga Gampong Rungkom, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, Saudah (65) ditemukan kritis dengan berlumuran darah di rangkang (balai – balai) di luar rumahnya, Rabu, 11 Oktober 2017 sekira pukul 22:10 wib.
Korban dengan luka bacok di muka, bahu, perut dan tangan nyaris putus langsung dilarikan ke RSU Chik Ditiro, Sigli dan dirujuk ke RSU ZA Banda Aceh.
Menurut informasi dari masyarakat, korban pertama sekali dilihat seorang warga Maun (53). Saat itu dia pulang ke rumah melewati rumah korban. Ketika di depan dia melihat seseorang memegang parang melarikan diri ke kegelepan malam. Dia tidak mengenal orang tersebut karena kondisi gelap dan lampu penerang jalan tidak ada.
“Saya tidak kenal pelaku, kerena gelap. Tapi saya melihat sosok lelaki dengan parang di tangannya lari lompat pagar,” terang Maun.
Hal itu dibenarkan Kapolsek Batee, Iptu Moch Aji, Kamis, 12 Oktober 2017. Bahkan pihaknya sudah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Benar peristiwa percobaan pembunuhan terhadap korban yang dilakukan orang tak dikenal saat saat sedang tidur di balai depan rumahnya,” terangnya.
Dalam peristiwa belum diketahui motifnya itu, tidak ada barang korban yang hilang, korban mengalami luka kritis dan kini sudah sadang menjalani perawatan medis.
Setelah dilakukan pemeriksaan korban mengalami luka sabetan parang di bagian perut, muka, bahu dan pergelangan tangan. Sejauh ini pihaknya belum bisa meminta keterangan korban karena masih tak sadarkan diri.[]



