SUBULUSSALAM – Seratus orang muallaf di Kota Subulussalam diberikan dibina dan dibimbing oleh Pemerintah Kota Subulussalam.
“Pembinaan ini secara berlanjut dilakukan sejak tiga tahun belangkan, Pemerintah Kota Subulussalam melalui Bagian Kesos dan Kesejahteraan (Kesos) Sekdako Subulussalam membuat program untuk upaya menjaga hubungan silahturahmi antara pemerintah dan juga para mualaf di Kota Subulussalam,” kata Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs. Salmaza, saat membuka acara kegiatan pembinaan Mualaf di Masjid Al – Munawarrah, Selasa 11 April 2016.
Wakil Wali Kota Subulussalam mengatakan Pemerintahnya terus mengupayakan mengayomi para mualaf untuk dibina yang dilakukan setiap tahunnya. Pasalnya, setelah mualaf ini masuk Islam hubungan famili dengan keluarga mereka terputus. Pemerintah harus memberikan perhatian lebih, agar mereka tidak merasa terabaikan.
Selain pembinaan terhadap ibadah, ke depan pemerintah Kota Subulussalam akan berupaya melakukan pemberdayaan ekonomi mualaf supaya mereka bisa hidup mandiri. Salah satunya mungkin kita bisa memberikan bantuan modal usaha.
“Ini menjadi perhatian serius Pemerintah ke depan, agar tidak hanya pembinaan ilmu keagamaan saja, tapi bagaimana para mualaf ini nantinya supaya mereka ada usaha sebagai sumber mata pencarian mereka,” ungkap Salmaza.
Terakhir, Salmaza menyampaikan agar para dai bisa selalu membina mualaf di perkampungan agar mereka bisa terbina.
Selain itu Kepala Bagian Kesos dan Kesejahteraan (Kesos) Sekdako Subulussalam, Sarmina mengatakan kegiatan bimbingan dan pembinaan Mualaf yang dilaksanaka selama tiga hari di seluruh kecamatan yang ada dalam wilayah Subulussalam.[](tyb)
Laporan: Wahda



