SUBULUSSALAM – Pendeta GKKPD Resort Penanggalan, Domeniktus Padang mengatakan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur nonaktif DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi isu hangat tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia internasional.
Kasus Ahok ini cukup menyita perhatian banyak pihak, tidak hanya di Indonesia, saya kira sudah tingkat internasional, kata Domeniktus Padang dalam diskusi antarumat beragama di Aula Pendopo Wali Kota Subulussalam, Jumat, 18 November 2016.
Melihat aksi demonstrasi 4 November lalu, ia sempat khawatir akan merembet ke darah setelah banyaknya kritik dan protes keras dari sejumlah kalangan terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.
Namun kerukunan umat beragama di Subulussalam sangat baik, padahal kami selaku minoritas, tapi merasa nyaman karena kondisi aman dan tentram, katanya di hadapan sejumlah tokoh agama seperti Ketua MPU H. Qaharuddin Kombih, Kepala Kantor Kementerian Agama Rislizar Nas, Ketua Ketua FKUB Ismail K, Ketua Dewan Dakwan Kota Subulussalam Sabaruddin dan Ketua ICMI Syahyuril.
Domeniktus Padang mengatakan, ia akan menyampaikan kepada umatnya di wilayah Penanggalan agar tetap menjaga kerukunan umat beragama. Kata dia, kasus Ahok jangan sampai merusak tatanan kehidupan yang selama ini terjalin dengan baik.
Kasus Ahok cukup terjadi di Jakarta saja, jangan sampai terjadi di sini. Kami sangat mengapresiasi kepada pemerintah Subulussalam, TNI dan Polri yang telah membina kerukunan umat beragama, ungkapnya.
Hasil buruan
Sementara itu, Ketua MPU Kota Subulussalam Qaharuddin Kombih dalam pertemuan tersebut meminta kepada umat kristiani saat membawa hasil buruan (babi) melewati jalan kawasan perkotaan supaya ditutup secara utuh. Jangan hanya badan saja ditutup, tapi kepala terbuka.
Selama ini ditutup hanya badan, kepala masih kelihatan, mohon kepada bapak pendeta supaya dapat menyampaikan kepada mereka, kata Qaharuddin.
Menanggapi hal tersebut, Domeniktus Padang berjanji akan menyampaikan kepada warganya meskipun sebelumnya sudah pernah diberitahu. Nanti akan saya sampaikan lagi kepada mereka, bahkan nanti saya bilang sama agen, supaya jangan membeli hasil buruan yang tidak ditutup secara utuh, katanya.[]




