BANYAK kisah yang merujuk pada Nasruddin Khodja. Terutama, kisah jenaka yang sarat makna. Juga, ada kisah yang berisi filosofi hidup. Kisah-kisah itu terangkum dalam banyak buku dan tersebar di dunia Islam. Bahkan, di seluruh dunia. 

Setiap kisah Nasruddin menggambarkan situasi yang berbeda. Melalui sudut pandang yang jenaka, ia mengungkapkan kisah serta pelajaran tentang berbagai tema kehidupan. Lalu, siapa sebenarnya Nasruddin Khodja yang memiliki banyak kisah itu? 

Nasruddin memang sebuah sosok ternama. Namun, keberadaannya secara sejarah masih menjadi perdebatan. Banyak teori yang terbangun menyangkut biografi Nasruddin, sayangnya belum mampu membangun fakta-fakta tertentu tentang dirinya. 

Sejumlah sumber berbeda mengungkapkan, Nasruddin adalah seorang filsuf yang memiliki kebijaksanaan dan kecerdasan. Ia dikenal pula sebagai sosok yang berselera humor tinggi. Ia dipanggil dengan sebutan Mulla Nasruddin atau panggilan pendek saja, Nasruddin. 

Kisah tentang Nasruddin dikenal hampir di seluruh pelosok dunia, tersebar di antara suku-suku di negara Turki, Persia, Arab, Afrika, dan di sepanjang Jalur Sutra dari Cina ke India, bahkan hingga Eropa.

Kebanyakan kisah Naruddin merupakan produk humor kolektif yang tidak hanya berasal dari Turki, tetapi juga dari daerah lain di dunia Islam dan budaya Asia. Nasruddin dikenal dengan nama-nama yang berbeda di dunia. 

Di Turki, dia dikenal dengan nama Nasreddin Hoca, di Kazakhstan dia disebut Koja Nasreddin, di Yunani dia dikenal sebagai Nasreddin Hoja, sedangkan di Azerbaijan, Afghanistan, dan Iran dia dipanggil dengan nama Molla atau Mulla Nasruddin. 

Dalam cerita rakyat masyarakat Arab di Timur Tengah dan Afrika Utara, dia dipanggil Juha. Beberapa ejaan dari bentuk bahasa Arab nama Nasruddin adalah Nasreddin, Nasr ed-din. Pada tahun 1996, nama Nasruddin ditetapkan sebagai Tahun Nasreddin Hoca oleh UNESCO.

Cerita tentang Nasruddin adalah kisah humor yang paling populer di seluruh wilayah yang dipengaruhi oleh Turki-Islam, mulai dari wilayah Balkan hingga ke wilayah-wilayah yang berbahasa Turki di Asia Tengah dan di daerah lain di dunia Islam.

 Dalam buku tersebut diceritakan bahwa Nasruddin meninggal pada 1284 Masehi di Aksehir. Ini merupakan kota, tempat ia menghabiskan sisa hidupnya. Menurut buku ini, Nasruddin mendapatkan pendidikan di sekolah Sivrihisar dan Konya. 

Di sana, Nasruddin belajar fikih. Lalu, ia bertemu dengan Maulana Jalalluddin Rumi (1207-1273) di Konya dan belajar tasawuf dari Rumi. Setelah itu, ia mengikuti Seyyid Mahmud Hayrani sebagai syekhnya. Saat menuju Aksehir, ia bertemu jodohnya dan menikah di sana. 

Pada awalnya, Nasruddin dikenal sebagai imam kemudian menjadi seorang hakim. Di kota itu, ia dikenal karena rasa humornya yang tinggi, komentarnya yang cerdas, serta anekdotnya yang lucu. Sehingga, dia menjadi terkenal dan dicari karena kisah jenaka yang ia buat. 

Terdapat pula dokumen wali, yang menyebutkan keberadaan Nasruddin pada abad ke-13 di Konya. Salah satunya adalah milik Seyyid Mahmud Hayrani pada 1257, sedangkan yang lainnya berhubungan dengan Haji Ibrahim Sultan sekitar 1266 Masehi.

Elemen lainnya yang terkait dengan kehidupan Nasruddin adalah adanya nisan di pemakaman Jalaluddin Rumi, yang diyakini sebagai saudara perempuan Nasruddin bernama Fatima. Berdasarkan data yang ada di nisan itu, ia meninggal pada 1326 Masehi. 

Keterangan yang ada di batu nisan tersebut, mendukung teori bahwa Nasruddin hidup di akhir abad ke-13 di sekitar wilayah Konya.[]Dyah Ratna Meta Novia/Agung Sasongko/Sumber:Republika