SUBULUSSALAM – Dinas Pertanian Perkebunan, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kota Subulussalam telah menyiapkan lahan seluas 2.000 hektare untuk program tanaman jagung guna mendukung produksi pangan di daerah tersebut.

“Tahun 2017 fokus kita ke tanaman jagung, sudah 2.000 Ha lahan berdasarkan pengajuan dari kelompok tani ke dinas,” kata Kepala DP4 Kota Subulussalam, Ir. Sulisman kepada portalsatu.com, Rabu, 15 Maret 2017.

Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut 1.000 Ha sudah terdaftar Calon Penerima dan Calon Lahan (CPCL), sementara sisanya sedang menunggu data kelompok tani (koptan).

Bantuan bibit tersebut akan diserahkan melalui koptan di seluruh kecamatan dalam wilayah Subulussalam yang memiliki daftar CPCL sebagai salah satu syarat utama untuk mendapat bantuan bibit jagung.

“Salah satu syarat utama mendapat bantuan ini harus jelas CPCL, baru kita berikan bantuan bibit dan pupuk,” kata Sulisman.

Ia menyebutkan, program tanam jagung tersebut bersumber dari APBN dan APBA 2017. Subulussalam masih berpotensi mendapat tambahan program tanam jagung lebih 2.000 Ha dengan syarat pengajuan permohonan dari kelompok tani tidak lewat dari 31 Maret.

“Masih bisa bertambah lebih 2.000 Ha, yang penting pengajuan dari koptan ke dinas jangan lewat dari 31 Maret, itu masih bisa kita usulkan ke pihak provinsi,” ujar Sulisman.

Sulisman menambahkan, program tanam jagung diperkirakan dimulai sekitar April 2017. Petani diminta serius mengembangkan usaha tani jagung untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga, di samping usaha kebun kelapa sawit yang mereka geluti selama ini.

“Pemerintah akan membantu bibit jagung dan pupuk. Sekarang terserah sama petani, mereka serius atau tidak. Ini kesempatan bagus, tanaman jagung sekitar tiga bulan sudah bisa panen. Jagung mudah tumbuh, bisa ditanam di sawah bisa di gunung,” katanya.

“Perawatan jagung mudah, bisa juga ditanam dalam kebun sawit yang masih berumur di bawah tiga tahun. Harapan kita petani harus betul-betul memanfaatkan kesempatan ini, sekarang kita juga sedang sosialisasi ke masyarakat,” tambah Sulisman.[] (*sar)