LHOKSEUMAWE- Pelaksanaan sekolah secara tatap muka di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kota Lhokseumawe berjalan lancar. Para siswa antusias mengikuti proses belajar mengajar yang sudah dimulai pada 9 November 2020. Sebagian besar orang tua yang mengizinkan anaknya bersekolah.
Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk melakukan sekolah tatap muka bagi siswa, karena Kota Lhokseumawe sudah berstatus zona orange Covid-19.
Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kota Lhokseumawe, Sri Aryati, mengatakan, sekolah secara tatap muka sudah berjalan dua hari dan mereka sangat antusias. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk memperkuat karakter siswa yang selama ini belajar secara daring.
“Selama proses belajar dalam dua hari ini kita juga banyak hal menyampaikan kepada siswa. Pertama, kita memperkuat karakter siswa karena selama ini mereka tidak tersentuk secara langsung dengan guru. Aktivitas sekolah dalam sepekan dua hari dan masing-masing kelas dipisahkan. Artinya, untuk kelas VII, VIII dan IX berbeda jadwal masuk dalam sepekan itu,” jelas Sri Aryati, Selasa 10 November 2020.
Sri Aryati menambahkan, dalam satu hari hanya bisa berjalan dua jam belajar mengajar untuk siswa. Sedangkan sarana protokol kesehatan, pihaknya juga menyediakan masker gratis yang dibagikan kepada siswa, tempat cuci tangan serta menyusun kursi atau meja di kelas dengan jarak antara 1,5 meter sesuai dengan protokol kesehatan. Bahkan pihaknya juga telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 SMP Negeri 5 Lhokseumawe, dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) difungsikan secara maksimal.
“Kita juga berharap mendapatkan dukungan atau kerja sama yang baik dari wali murid apa yang kita laksanakan di sekolah. Khususnya terkait penerapan protokol kesehatan tetap bisa dijaga, jika anaknya kurang sehat maka kami melarang dulu untuk bersekolah guna mencegah penyebaran penyakit ataupun hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.[]


