SUBULUSSALAM – Riski Muliana, siswi SMK Simpang Kiri, Kota Subulussalam membacakan puisi berjudul “Bendera Kita” di hadapan Dandim 0109 Aceh Singkil Letnan Kolonel Kaveleri Kapti Hertatyawan, Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Miliardin, Ketua DPRK Hariansyah, dan Wakil Wali Kota Subulussalam Salmaza.
Puisi karangan Juraida itu dibacakan di sela-sela penyerahan bendera merah putih dari Pemerintah Kota Subulussalam kepada para camat di Lapangan Alun-alun, Lae Souraya, Kecamatan Rundeng, Sabtu, 12 Agustus 2017.
Para pejabat Muspida dan Kepala SKPK Subulussalam ikut mendengar puisi tersebut. Riski Muliana terlihat sangat menguasai bacaan, penekanan kata-kata nada tinggi dan rendah serta diatur dengan tempo pengucapan lambat dan cepat, membuat puisi semakin enak didengar.
Berikut selengkapnya bunyi puisi itu:
Puluhan Tahun Lalu
Derab langkah serdadu, menggema
Riuh rentak, bertepuk ringan
Di Bumi Persada
Senandung Ilalang
Mengorbankan semangat para pejuang
Perempuan-perempuan tangguh
Mengintai di balik belukar
Mengumandangkan doa
Lelaki tua bertasbih dalam getar-getar di bibir mereka
Anak-anak memainkan ketapel
Seolah-olah itu senjata bagi mereka
Antara takut dan harap, agar merah putih dapat berkibar dengan lantangnya.
Dentuman senjata
Melelahkan tetesan darah seorang pejuang
Allahu Akbar
Takbir menggema keseluruh penjuru
Bumi menangis
Ibu-ibu bersimbah air mata
Para penjajah yang tidak pernah rela
Merah putih berkibar di bumi pertiwi
Penjajah yang tidak pernah diam
Menggerogoti hasil bumi yang melimpah
Penjajah yang tidak pernah tenang
Melihat pemuda Indonesia dengan semangat juang mereka
Dalam keheningan
Puing-puing kesedihan
Sisa-sisa keberanian dibungkus
Dalam doa dan harapan
Dalam sedu sedah, seluruh anak bangsa
Kembali menyulutukan semangat
Kepahlawanan
Rajutan tangan ibu negara merah putih
Berkibar pada 17 Agustus 1945
Itulah sang merah putih, bendera kita
Merdeka![]







