BLANGKEJEREN – Kegiatan tahun 2021 di Kabupaten Gayo Lues masih ada yang belum dibayarkan pemerintah daerah setempat lantaran defisit anggaran. Penyebabnya, beberapa sumber pendapatan tidak tercapai sesuai target, dan ada dana transfer bagi hasil dari provinsi tidak dikirim ke Gayo Lues.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Gayo Lues, Mukhtar, Jumat, 28 Januari 2022, membenarkan ada beberapa kegiatan tahun 2021 yang belum dibayarkan hingga hari ini. Pasalnya, kata dia, pekerjaan fisik tersebut belum selesai.
“Kalau dikatakan orang anggaran Gayo Lues mengalami defisit hingga seratusan miliar, itu tidak betul. Defisit anggaran Gayo Lues hanya Rp15 miliar, itupun sekarang sudah ada uangnya,” kata Mukhtar ditemui di depan Kantor Sekda Gayo Lues.
Mukhtar menjelaskan, ada beberapa kegiatan tahun 2021 yang belum dibayar hingga awal tahun 2022 ini. Selain anggaran rutin dinas-dinas, ada juga kegiatan fisik yang belum selesai dikerjakan atau Kontsruksi Dalam Pengerjaan (KDP).
“Kegiatan yang belum terbayarkan tahun 2021 lalu akan secepatnya kita bayarkan, karena uangnya sudah ada. Namun untuk kegiatan fisik, itu harus selesai dulu, baru bisa dibayarkan,” tegasnya.[]



