Kamis, Juli 25, 2024

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...
BerandaNewsSoal Kepala Daerah,...

Soal Kepala Daerah, Zaini Djalil: Tidak Ada Mahar Bagi Nasdem

BANDA ACEH – Partai Nasdem Aceh menggelar diskusi publik bertajuk Aceh Mencari Pemimpin di Hermes Pallace Hotel, Selasa, 12 Januari 2015. 

Diskusi ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh politik di Aceh, seperti Sofyan Dawood, Munawar Liza Zainal, dan Suadi Sulaiman. Selain itu, hadir juga akademisi, Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi, Ketua Komisi Informasi Aceh Afrizal Tjoetra, anggota DPR Aceh seperti Zulfikar Lidan, Teuku Irwan Djohan, Ketua Fraksi PA Kautsar M Yus, serta sejumlah tokoh Aceh lainnya.

Ketua DPD Nasdem Aceh, Zaini Djalil, dalam pembukaan kegiatan diskusi menyebutkan nuansa politik di Aceh mulai bermunculan, baik calon gubernur maupun bupati dan wali kota yang akan mengikuti Pilkada 2017. “Kami melihat kandidat pada saat ini sudah mulai menyatakan diri maju sebagai kepala daerah. Sementara Nasdem sampai saat ini belum menentukan calon kepala derah, baik gubernur maupun bupati dan wali kota,” katanya.

Dia mengatakan Nasdem sengaja belum mengambil sikap siapa calon kepala daerah yang akan diusung pada 2017 mendatang. Menurutnya hal ini dilakukan lantaran Nasdem menilai pemimpin daerah selayaknya dipilih oleh masyarakat. 

“Harapan kami adanya rekomendasi yang diberikan kepada Nasdem yang akan diberikan kepada DPP Nasdem nantinya. Kami sangat berharap adanya masukan untuk partai Nasdem, agar bisa dilakukan survey. Karena salah satu syarat yang diajukan oleh partai Nasdem melalui survey,” ujarnya.

Zaini Djalil mengatakan kebiasaan pada pilkada akan ada lobi-lobi atau janji tertentu. “Tidak ada mahar bagi Nasdem dalam menentukan calon kepala daerah,” ujarnya.

Menurutnya Nasdem hanya akan menentukan calon kepala daerah berdasarkan hasil survey. “Itu sikap kami, karena kita tidak ingin setahun memberikan dukungan kemudian mencaci maki pemimpin yang dipilih. Kritik perlu, tapi tentu dengan solusi yang diberikan,” katanya.[](bna)

Baca juga: