LHOKSEUMAWE – Mantan aktivis Universitas Malikussaleh, Sofyan, mengatakan banyak hal yang perlu diperbaiki di Kota Lhokseumawe saat ini. 

“Perbaikan tersebut seperti kondisi politik yang tidak stabil, ekonomi morat-marit, pembangunan tanpa master plan, pembangunan, birokrasi, lapangan kerja dan pendidikan,” ujar Sofyan saat mendeklarasikan dirinya sebagai bakal calon Wali Kota Lhokseumawe di Pilkada 2017 mendatang, Selasa, 26 Januari 2016.

Sofyan mengatakan persoalan politik di Kota Lhokseumawe menjadi hal yang cukup kompleks pasca perdamaian Aceh. Menurutnya setiap ada warga yang kritis dalam mengeluarkan pendapat, pasti akan dicekal dengan berbagai macam cara. Salah satunya seperti intimidasi dan bahkan kekerasan fisik.

Sementara di sektor ekonomi, APBK Lhokseumawe tahun 2016 mencapai Rp1,296 triliun. Menurutnya dengan dana yang begitu besar, angka kemiskinan juga cukup tinggi dan tidak sebanding dengan banyaknya uang tersebut. 

Dia turut merujuk catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe yang menyebutkan jumlah penduduk miskin di kota tersebut pada 2013 mencapai 12,47 persen atau 22,98 ribu jiwa. Sementara angka pengangguran mencapai 7,46 persen.

“Masalah birokrasi di Kota Lhokseumawe juga masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti maraknya tenaga harian lepas dan honorer. Kita akan mencoba mengangkat tenaga harian lepas dan honorer tersebut menjadi PNS murni,” katanya. 

“Selain itu, setiap program harus ada qanun yang disepakati oleh rakyat. Sehingga pembangunan Kota Lhokseumawe lebih terarah dan terukur,” kata Sofyan lagi.

Politisi muda ini mengatakan banyak hal lainnya yang belum memberikan dampak positif bagi masyarakat Lhokseumawe. “Sudah sepatutnya kita lewati politik sekarang ini, mari kita rebut dan genggam semua bentuk invertensi yang telah mengakar,” kata Sofyan.[](bna)