NISAM – Demi tercapai program meningkatkan ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden RI, Lembaga Pemberdayaan Mmasyarakat Aceh (LPMA) pusat bersama perwakilan LPMA Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe adakan pelatihan tata cara bercocok tanam padi yang baik untuk meningkatkan hasil yang sempurna.
Ketua umum LPMA pusat Gumarni, S.H.,M.Si mengatakan, seratus orang petani inspirator diundang ke aula kantor Camat Nisam untuk mendengar seminar atau pemaparan yang disampaikan oleh Kadis pertanian Aceh utara dan Mantan Kadis Pengairan Aceh Utara yang sekarang sebagai Staf Ahli Bupati Aceh Utara.
“Tujuan diadakan pelatihan tersebut demi suksesnya program LPMA sebagai upaya dan langkah keberhasilan pemberdayaan petani guna meningkatkan hasil produksi kususnya padi. Kegiatan ini diprioritaskan untuk 315 KK miskin akan mendapat bantuan gratis setiap satu kepala keluarga,” kata Gumarni.
Gumarni mengatakan, setiap keluarga tersebut mendapatkan seratus kilogram pupuk urea, lima puluh kilogram pupuk posca, lima puluh kilogram pupuk SP3D, lima kilogram bibit padi IF8 yang langsung dipesan dari IPB Bogor, satu botol obat semprot rumput dalam padi, satu botol obat perangsang tanaman, buah padi, dan satu botol obat pencegahan hama wereng dalam padi.
Penerima bantuan tersebut, kata Gumarni tersebar di Gampong Jeulikat, Meunasah Cut, Meunasah Rayek, Tingkeuem, Alue Bili, Blang Dalam Tunong, Blang Ddalam Baroh, Blang Dalam Geunteng, dan Cot Mambong, semuanya di Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara.
“Tujuan dari program ini 315 KK miskin dapat menanam padi yang baik saat mereka turun ke sawah dan terbantu beban ekonominya agar panen padi nanti dapat setara dengan petani sawah yang lain yang mempunyanyi dananya saat turun ke sawah,” kata Gumarni.
Staf Ahli Bupati Aceh Utara, Ir. H. Mawardi, dalam seminar mengatakan, terobosan dalam rangka mendorong dan memberdayakan petani di pedesaan agar usaha pertanian padi sawah masyarakat lebih produktif untuk meningkatkan produktivitas lebih tinggi perlu kemampuan dan pengetahuan yang matang dalam bercocok tanam.
Namun di sisi lain, kata dia, hal penting yang harus diperhatikan adalah partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sistem irigasi yang partisipatif untuk mewudutkan kemanfaatan air agar menjamin pertubuhan padi yang efisiensi dan berkelanjutan guna mendukung kegiatan usaha pertanian.
“Pengelolaan irigasi yang partisipatif dilakukan dengan berbasis pada peran serta masyarakat petani melalui wadah P3A/ keujrun blang perlu ditingkatkan,” kata Mawardi yang juga mantan Kepala Dinas Pengairan Aceh Utara.
H. Muhammad Dahlan, selaku petugas penyuluh lapangan (PPL) yang mewakili Kadis Pertanian Aceh Utara saat menyampaikan materi cara bercocok tanam padi yang baik di hadapan peserta seminar, mengatakan, pihaknya siap membatu suksesnya program LPMA dalam rangka peningkatan ketahanan nasional yang sedang diprioritaskan pemerintah pusat dan daerah serta pemerintah Aceh Utara.[]



