BLANGKEJEREN – PLN ULP Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues terpaksa melakukan pemadaman bergilir paska banjir bandang dan tanah longsor, hal itu dilakukan pihak PLN lantaran stok BBM untuk mengoperasikan PLTD Rema sudah mulai menipis.
Manager PLN ULP Blangkejeren Isnan Ananda, Rabu, 3 Desember 2025 di Posko banjir Gayo Lues, mengatakan untuk stok BBM PLTD Rema hari ini tersisa 116 kilo liter, dan pemakaian per hari setelah dilakukan pemadaman bergilir menghabiskan BBM sekitar 10-12 Kilo Liter.
“Stok BBM sudah sangat menipis, diperkirakan hanya bisa bertahan 10 hari lagi, makanya harus dilakukan pemadaman bergilir per Enam jam,” katanya.
Saat ditanyai kenapa PLN tidak memprioritaskan listrik hidup di RS Tanoh Gayo, RSU Muhammad Ali Kasim dan Posko Utama Pendopo Bupati.
“Untuk jalur RS Tanoh Gayo dan RSU kami masukkan juga ke jadwal pemadaman bergilir, tetapi kami tetap mengupayakan agar listrik bisa dinormalkan disaat kondisi mendesak,” ujarnya.
Pemadaman bergilir itu terpaksa dilakukan PLN untuk menghemat BBM, dan jika dipaksakan jalur ke RS dan ke Posko tetap dihidupan, pihak PLN khawatir BBM akan lebih cepat habis, sehingga menyebabkan pemadaman total di kabupaten Gayo Lues.
“Tadi kami sudah berkoordinasi dengan bapak Bupati, bapak Kapolres dan pak Dandim, kami berharap agar akses jalan untuk pengangkutan BBM ke PLTD Rema bisa segera diperbaiki, terutama jalur dari Babahrot ke Blangkejeren yang saat ini menjadi satu satunya jalur yang memungkinkan untuk diakses, jalur tersebut masih terdapat beberapa titik yang perlu pelebaran,” katanya.
Hasil koordinasi dengan Bupati dan dinas terkait, badan jalan yang sempit akan dilebarkan hari ini, sehingga mobil Tangki pembawa BBM bisa mengakses jalan untuk pengangkutan BBM ke PLTD Rema. Untuk itu, Manager PLN ULP Blangkejeren meminta agar masyarakat bisa bersabar dengan kondisi ini, PLN ULP Blangkejeren akan terus berupaya agar kelistrikan di Kabupaten Gayo Lues bisa kembali normal.[]




