SUBULUSSALAM – Meningkatnya jumlah pasien sejak beberapa bulan terakhir membuat stok darah di RSUD Kota Subulussalam mulai menipis.

Direktur RSUD Khainuddin SKM kepada portalsatu.com, Selasa, 7 Maret 2017 mengatakan, stok darah saat ini tersisa 14 kantong lagi dengan rincian darah O 12 kantong, B dan AB masing-masing 1 kantong. Sedangkan darah A kosong.

Khainuddin mengatakan RSUD Subulussalam membutuhkan sekitar 50-60 stok darah setiap bulan. Sementara persediaan untuk bulan Maret baru 14 kantong.

“Sekarang yang tersedia hanya 14 stok darah sementara kebutuhan satu bulan mencapai 60 kantong,” ujarnya.

Ia menyebutkan persediaan stok darah selama ini berasal dari pendonor suka relawan, termasuk pegawai RSUD Subulussalam yang sehat dan memenuhi syarat diminta mendonor darah setiap tiga bulan sekali.

“Bulan Maret ini jumlah pendonor baru 13 sementara jumlah pemakai 16 kantong, untung ada persediaan sebelumnya,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan stok darah di RSUD, kata Khainuddin, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya mau mendonorkan darah karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Termasuk menyurati pemerintah Kota Subulussalam agar PNS bersedia menyumbangkan darah.

Khainuddin menjelaskan beberapa manfaat donor darah di antaranya mencegah penyakit jantung, meningkatkan produksi sel darah merah dalam tubuh, mencegah stroke, meningkatkan kesehatan secara psikologis dan memperbaharui sel darah serta beberapa manfaat lainnya.

Ia menambahkan jumlah pasien di RSUD meningkat dratis dibandingkan tahun sebelumnya. Setiap hari mencapai 100 lebih pasien rawat jalan dan sekitar 70 pasien rawat inap. Khainuddin mengatakan, pasien tidak hanya dari Subulussalam, namun juga datang dari kabupaten tetangga seperti Aceh Singkil, Aceh Selatan dan Aceh Tenggara, termasuk dari Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.[]