BANDA ACEH – Warga dari berbagai penjuru di Banda Aceh dan sekitarnya pagi tadi memadati gedung Tsunami Disaster and Mitigation Research Center (TDMRC) Ulee Lheue untuk menyaksikan fenomena Gerhana Matahari, Rabu, 9 Maret 2016.
Namun, gerhana yang hanya berlangsung kurang dari satu jam itu tak bisa dilihat dengan mata telanjang tanpa memakai pelindung.
“Melihat gerhana matahari secara langsung dapat merusak retina mata,” ucap Eridawati, Kepala BMKG Banda Aceh Stasiun Mata Ie.
Karena itu, panitia pun membagi-bagikan kacamata khusus untuk para pengunjung agar dapat melihat fenomena alam itu secara langsung.
“Nggak nampak kalau nggak pakai kacamata,” ucap Azwardi, salah seorang warga kepada portalsatu.com saat sedang menyaksikan fenomena langka itu.
Akan tetapi jumlah kacamata dan pengunjung tidak sepadan. Banyaknya jumlah pengunjung membuat panitia kewalahan saat membagi kacamata tersebut. Bahkan sempat terjadi aksi dorong mendorong untuk merebut kacamata tersebut.[] (ihn)

