Suamiku, Anugerah dari Langit
Karya: Zahraini Zainal,
Dosen Universitas Bina Bangsa Getsampena, Banda Aceh.
Tak kupinta banyak pada doa-doa malam,
Hanya seorang imam yang lurus dalam salam,
Dan ketika engkau datang, dalam tenang yang dalam,
Hatiku tahu, ini rahmat, bukan sekadar harap.
Engkau bukan hanya pasangan dalam dunia,
Tapi penuntun menuju surga bersama,
Dalam setiap ayat yang kau baca perlahan,
Aku temukan cinta yang penuh ketundukan.
Kau bangunkan aku saat fajar masih pekat,
Bukan dengan amarah, tapi dengan lembutnya niat,
“Ayo sayang, mari ke hadapan-Nya,” katamu,
Dan saat itu, aku tahu: aku dicintai juga oleh Tuhanku.
Wajahmu tak selalu tersenyum,
Tapi hatimu penuh dzikir yang tak berhenti bergemuruh,
Rezeki yang kau bawa bukan sekadar uang,
Tapi keberkahan yang mengalir dari kerja dan sembahyang.
Suamiku, engkau lebih dari sekadar pria,
Engkau penjaga dalam dunia yang fana,
Di tanganmu, aku merasa aman,
Di belakangmu, aku ingin terus berjalan.
Maka kupanjatkan syukur dalam sujud yang dalam,
Atas seorang suami yang tahu makna Islam,
Semoga Allah jaga dirimu, dalam lapang dan sempit,
Karena bersamamu, hidupku terasa lebih dekat ke langit.[]



