LHOKSUKON – Zakaria, 36 tahun, warga Gampong Trieng, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara menilai pilkada tidak memberi arti bagi rakyat kecil. Seperti pengalaman sebelumnya, kata dia, setelah terpilih sang pemimpin daerah hanya memerhatikan kepentingan individu dan kelompok tertentu.

Kamoe selaku rakyat ubeut ka lelah ngon janji rata sagoe. Loem pih kali nyoe loen hana tuso soe calon. Adak kaleuh neu sebut pih, hana loen tusoe pileh, taeu enteuk manteung,” ucap Zakaria yang sehari-hari berjualan sirih saat ditemui portalsatu.com/, Sabtu 5 Maret 2016 sore.

Pernyataan Zakaria itu jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia antara lain adalah, “Kami rakyat kecil sudah lelah dengan janji-janji yang diumbar di setiap sudut. Kalaupun sudah disebut nama-nama kandidat kepala daerah Aceh dan Aceh Utara, saya tidak tahu memilih siapa, kita lihat nanti saja)”.

Zakaria melanjutkan, “Kamoe kon ureung meupolitek, jadi hana muphom ata nyan. Enteuk wate diyue chop, baroe ta pileh (kami bukan orang yang berpolitik, jadi tidak paham soal itu. Nanti saat pilkada, baru kita pilih)”.[]