Senin, Juni 24, 2024

Dosen UBBG Lulus Seleksi...

BANDA ACEH - Tidak hanya mahasiswa, dosen UBBG juga berprestasi. Adakah Dr. Zahraini,...

34 Tim Futsal Berlaga...

SIGLI – Sebanyak 34 tim se-Aceh berlaga untuk memperebutkan gelar juara Piala Ketua...

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...
BerandaInspirasiTeknoSubak Bali, Warisan...

Subak Bali, Warisan Dunia, Infrastuktur Irigasi dan Manajemen Pengairan Sawah

Jika kamu membuka Google Search hari ini (29/6/2020) kamu akan saksikan orang yang sedang mengawasi persawahan. Ini merupakan tampilan Google Doodle yang sedang memperingati Subak Bali.

Subak merupakan salah satu tradisi masyarakat Bali. Ini infrastuktur irigasi dan manajemen pengairan sawah secara tradisional. Unesco sendiri sudah memasukkan Subak sebagai salah satu warisan budaya dunia pada 2012.

Selain infrastruktur irigasi, Google mengungkapkan Subak juga merujuk pada tradisi sosial irigasi masyakat Bali. Subak dianggap sebagai cerminan dari filosifi kuni Bali Tri Hita Karana yang secara longgar diartikan sebagai “Tiga hal yang sebabkan kesejahteraan”.

Ketiga penyebab kesejahteraan tersebut adalah hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, hubungan harmonis dengan sesama manusia, dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan lingkungannya.

Menurut situs pemerintah daerah buleleng, kata Subak tertulis dalam prasasti Pandak Bandung yang bertuliskan tahun 1072 Masehi.

Subak mampu bertahan selama lebih dari satu abad karena masyarakatnya taat kepada tradisi leluhur. Pembagian air dilakukan secara adil dan merata, segala masalah dibicarakan dan dipecahkan bersama, bahkan penetapan waktu menanam dan penentuan jenis padi yang ditanam pun dilakukan bersama.[]sumber:cnbcindonesia.com

Baca juga: