BANDA ACEH – Aktivis Hak Asasi Manusia dan tokoh perempuan Aceh Suraiya Kamaruzzaman mengatakan, hingga saat ini sistem politik di Indonesia belum ramah pada perempuan, sehingga perempuan yang terjun ke dunia politik perjuangannya sangat luar biasa.

“Perjuangan perempuan yang berpolitik sangat berat karena tantangannya ada di mana-mana, namun itu semua bisa dilakukan,” kata Suraiya dalam orasinya di hadapan aktivis perempuan Aceh pada acara halal bihalal Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Aceh di Queen Coffee, Lampineung, Banda Aceh, Minggu, 16 Juli 2017.

Suraiya menjelaskan, di Flores, Nusa Tenggara Timur, banyak perempuan yang berhasil di bidang politik justru setelah belajar dari politik perempuan di Aceh.

“Mereka berhasil lantaran berbagi peran. Mereka bersatu, persis seperti arahan pertemuan perempuan Aceh yang mereka ikuti,” kata Suraiya.

Katanya kesadaranm politik di kalangan perempuannya, semisal ketika perempuan yang diprediksi gagal, maka dia akan memberikan dukungan kepada sosok lain yang diyakini berhasil.

“Kalau perempuan ingin berhasil maka harus ada kesadaran dari perempuan lainnya. Jadi yang betul bukan seluruh yang ikut politik harus menjadi kandidat,” jelasnya.

Jadi kata Suraiya, untuk keberhasilan perempuan harus ada satu tujuan, tanpa satu tujuan bersama maka akan sulit mencapai kemenangan.[]