KISRUH antara Satpol PP dengan DSI Kota Langsa terkait dugaan oknum Satpol PP & WH membackingi praktek prostitusi, yang berujung bentrok kedua instansi tersebut, akhirnya berujung damai di ruangan Wakil Wali Kota Langsa.
Kita berikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Langsa karena dengan cepat mengambil langkah bijak guna menyelesaikan masalah kesalahpahaman ini, hingga kedua instansi tersebut melakukan perdamaian. Jika tidak cepat mengambil langkah mediasi, kekhawatiran yang paling besar adalah adanya kelompok anti-syariat Islam yang akan menguasai dan mengobok-obok kedua instansi tersebut, dan khususnya mengobok-obok program pelaksanaan syariat Islam Pemerintah Kota Langsa.
Dengan adanya perdamaian kedua instansi ini, maka untuk kedepannya pelaksanaan syariat Islam di Kota Langsa akan normal kembali. Karena untuk melaksanakan syariat Islam perlu adanya kekompakan, komunikasi efektif dan hubungan emosional yang baik.
Tanpa adanya kekompakan, komunikasi efektif dan hubungan emosional yang baik maka segala program dan pelaksanaannya akan terhambat. Bahkan akan berujung bentrok di lapangan karena yang satu instansi mendobrak dan instansi yang lain menahan dan atau melindunginya. Tapi, sekarang tidak ada kekhawatiran lagi setelah terjadinya perdamaian.
Kita mengharapkan, mediasi ini menjadi pintu untuk menguatkan kembali pelaksanaan syariat Islam di Kota Langsa. Dan harus menguatkan barisan dalam menjalankan kewajiban sebagai aparat penegak hukum.
Muksalmina MTA
(Pengamat Hukum & Politik Islam di Aceh)


