SUBULUSSALAM – Kecelakaan lalu lintas terjadi di tikungan jalan nasional Subulussalam-Medan Sumatera, tepatnya di Kampung Jontor, Desa Penanggalan, Kota Subulussalam, Jumat, 30 September 2016 sekitar pukul 17.30 WIB. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Aceh Singkil, AKBP Muhammad Ridwan, melalui Kasat Lantas AKP Erwin menyebutkan, kronologis kecelakaan maut ini berawal saat satu unit truk fuso merah nomor polisi BB 8536 YA melintas dari arah Subulussalam menuju Medan, Sumatera Utara. Truk tersebut memuat cangkang sawit.

Sementara dari arah berlawanan melintas satu unit Fuso coklat BL 8851 NH yang memuat tiang listrik. Setiba di tikungan menanjak, sopir Fuso BL 8851 NH diduga hilang kendali sehingga menyeruduk Fuso BB 8536 YA.

“Mobil fuso warna coklat hilang kendali, tidak ada melakukan pengereman dan langsung menabrak bak samping kanan mobil fuso warna merah,” kata Erwin.

Semakir, 39 tahun, yang bertindak sebagai sopir BL 8851 NH dikabarkan meninggal dalam kejadian tersebut. Warga Stabat, Kuala Binjei, Sumatera Utara ini terjepit di kepala mobil yang hancur sehingga nyawanya tidak bisa diselamatkan. 

Selain itu, insiden ini juga menyebabkan Rosniada, 36 tahun, tercatat sebagai warga Tanjung Beringin dan Sandi Pranata, 26 tahun, warga Stabat Banyumas, Langkat, Sumatera Utara mengalami luka ringan. Ketiga korban merupakan sopir dan penumpang Fuso BL 8851 NH.

Sementara Mangihut Samosir, warga Sidikalang, selaku sopir Fuso BB 8536 YA selamat dalam insiden tersebut. Hingga saat ini, kedua mobil nahas tersebut masih berada di TKP dan akan dilakukan evakuasi besok pagi.[]

Laporan: Sudirman