LHOKSEUMAWE Tabung liquefied petroleum gas (LPG/sering disebut elpiji) milik Warung/Pondok Nasi Urap Altona, di Jalan Samudera, depan Dinas Kesehatan Lhokseumawe, terbakar, Sabtu, 16 September 2017. Kejadian itu membuat panik para pekerja warung, warga setempat, dan pengguna kendaraan di Jalan Samudera.
Informasi diperoleh portalsatu.com, kejadian tersebut berawal saat pekerja Warung Altona menyalakan api di kompor dalam ruangan dapur, sekitar pukul 11.10 WIB. Tiba-tiba api dari kompor menyambar tabung LPG lantaran diduga terjadi kebocoran gas akibat regulator (alat pengatur tekanan) tidak terpasang dengan baik.
Pemilik Warung Altona, Darmiati bersama para karyawannya berupaya memadamkan api yang membakar tabung terbuat dari baja itu. Mereka menyiram air sumur dan air minum hingga menimbulkan genangan air di dalam warung tersebut, tapi api dari tabung LPG ukuran 15 kilogram tetap menyala sangat besar.
Di tengah kepanikan itu, Darmiati menggunakan besi yang disebut creu untuk menyeret tabung LPG dari dapur keluar warung. Tabung LPG yang terbakar itu diletakkan tepat di tengah badan Jalan Samudera. Tabung LPG yang terbakar itu juga ditutup dengan selembar tikar tilam, lalu kembali disiram dengan air. Namun, api tetap membesar sehingga membuat panik para pengguna kendaraan yang melintasi jalan itu.
Pukul 11.15 (WIB) tadi saat saya mau membuka kios, saya melihat Bu Darmiati menyeret tabung LPG menggunakan creu dari dalam warungnya ke jalan. Tabung itu mengeluar api sangat besar sehingga membuat kami semua panik, ujar Joni, pemilik kios di sisi kanan Warung Altona kepada portalsatu.com di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 11.20 WIB, datang satu mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Aceh Utara yang kemudian menyemprotkan air sampai api dari tabung LPG itu padam total. Beberapa menit kemudian, sejumlah personel Polri dan TNI tiba di lokasi kejadian.
Alat itu (regulator pada tabung LPG) dipasang oleh karyawan. Saya yang mengeluarkan tabung gas (yang terbakar) keluar warung agar tidak meledak, ujar Darmiati kepada polisi.
Polisi lantas meminta Darmiati datang ke Polres Lhokseumawe untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. Polisi juga membawa tabung LPG yang sudah terbakar itu.
Ditemui usai kejadian, Zainal Abidin, 53 tahun, suami Darmiati mengatakan, saat tabung LPG itu terbakar, ia berada di pasar untuk membeli sesuatu. Ia langsung pulang ke warungnya setelah dihubungi oleh karyawan yang memberitahukan kejadian tersebut. Karyawan menyalakan api di kompor, tiba-tiba api menyambar tabung gas yang berjarak satu meter lebih dari kompor, katanya.[](idg)



