Aku menarik matamu. Sepi yang mengancam. Mengaduk rindu dalam kota yang bising. Suara suara malam dalam barisan mimpi yang menjalar.
Ada yang terkapar karena lapar. Hujan membakar.
Rembulan menggantung di atas jembatan. Barisan mobil mobil yang berlari dalam kecemasan warna warni. Seperti belum selesai dikejar senja yang buta.
Orang orang lelah terhempas kantuk di emperan masjid. Toko toko tak memberi diskon. Tak ada akhir tahun. Kami menghitung rencana dan asam di lambung.
Aku tak melihat matamu. Rembulan yang bisu dalam jejeran lampu lampu kota. Ada desau suara gerimis di pinggir kali yang keruh.
Orang orang berlari dalam lintasan layar maya. Masuk ke dalam sepi yang lain. Mencari sinyal.
Mengejar kereta cepat dalam pikiran masing masing. Dan tak menemukan apapun![]