SUBULUSALAM – Anggota DPRK Kota Subulussalam dari Partai Amanat Nasional (PAN), Bahagia Maha mengatakan keberadaan pos perbatasan Aceh-Sumut di wilayah barat selatan tepatnya di Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam tidak efektif menekan penyebaran Covid-19.

Pasalnya, selama ini angka penyebaran Covid-19 juga terus bertambah baik itu di wilayah Kota Subulussalam, Singkil dan Aceh Selatan dan sejumlah daerah lainnya di wilayah barat selatan Aceh.

Menurut Bahagia Maha keberadaan pos perbatasan di Jontor tidak maksimal dalam pencegahan penyebaran Covid-19 yang selama ini ditakuti masyarakat. Saat ini, kata Bahagia Maha, hanya di Kota Subulussalam saja yang masih aktif menerapkan pos perbatasan sementara daerah lainnya di Aceh sudah tak lagi menghidupkan pos perbatasan.

"Setelah kami memantau pos timbangan di Jontor tidak maksimal untuk pencegahan penularan Covid-19 yang selama ini ditakuti masyarakat," kata Bahagia Maha dalam siaran persnya kepada portalsatu.com/, Kamis, November 2020.

Bahagia Maha menyarankan Gubernur Aceh dan Wali Kota Subulussalam untuk menutup pos perbatasan di timbangan Jontor. Upaya pencegahan Covid-19 bisa dilakukan dengan imbauan kepada masyarakat wajib memakai masker ditindaklanjuti dengan memperbanyak razia masker.

“Percuma saja dibuat pos itu yang ada buang-buang uang saja untuk pembiayaan. Kami menyarankan kepada Gubernur Aceh dan Wali Kota subulussalam tutup saja pos itu buka kembali rambu-rambu penutup jalan,” saran Ketua Fraksi Granat DPRK Subulussalam ini.[]