JAKARTA – Tak hanya meluncurkan album 'Romansa', Tompi juga membuka pameran fotografi karyanya. Proyek itu bersama dengan Glymps, sebuah perusahaan media kreatif yang baru ia dirikan bersama teman-temannya.
Penyanyi yang telah menggeluti dunia fotografi dalam tiga tahun terakhir itu pun mengungkapkan bahwa pameran foto tersebut berangkat dari kegelisahannya melihat banyaknya manusia yang merasa paling benar.
“Indonesia ini kan beragam, kalau ada orang yang jahat, itu bukan karena suku atau agama yang dia anut,” ujar Tompi di daerah Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016).
Dalam pameran foto itu, pria berdarah Aceh tersebut menggunakan media kain kanvas untuk mencetak fotonya. Pameran dengan tema 'Chinese Ink' ini mengambil potrait dari etnis Tiongkok yang tinggal di Indonesia menggunakan kamera analog.
“Semua muka saya cat hitam dan saya foto dengan kamera analog,” jelas Tompi.
Ia pun mengatakan bahwa di antara mereka ada yang merupakan korban kekerasan pada kerusuhan di tahun 1998. “Peristiwa itu yang kita harap gak akan terulang lagi,” tambahnya.
Tak hanya itu, personel Trio Lestari tersebut juga memajang karyanya pada 'Bunga Penuntup Abad'. Acara itu adalah pementasan teater yang diangkat dari karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer.[] detik.com

