BANDA ACEH – Ketua Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati Bireuen Saifannur, Mukhlis, mengatakan jika pihaknya tidak bisa menerima hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pihak RSUZA Banda Aceh yang menyatakan Saifannur tidak memenuhi syarat. Pihaknya melaporkan persoalan tersebut ke Panwaslih dan KIP Aceh, Senin, 3 Oktober 2016.

Mukhlis mengatakan, berdasarkan hasil tes yang dikeluarkan pihak RSUZA menyatakan bakal calon Bupati Bireuen Saifannur tidak lulus uji kesehatan karena ada kelainan di bagian kepala.

“Kami tidak terima Haji Saifan disebut setengah gila. Kalau kita baca kertas yang mereka kirim itu kan menganggap Haji Saifan setengah gila,” ucap Mukhlis.

Pihaknya, kata Mukhlis, tak bisa menerima dengan keputusan itu. Menurut dia, kondisi Saifannur sehat dan tidak ada penyakit apapun, apalagi yang berhubungan dengan daerah sensitif seperti kepala.

“Beliau itu sehat, hampir setiap bulan check-up, masak tiba-tiba dibilang setengah gila,” ucap Mukhlis.

Mukhlis mengatakan, hasil tes kesehatan yang dikeluarkan pihak RSUZA itu bisa merusak nama baik Saifannur. “Kalau (soal) lapor polisi atas pencemaran nama baik itu akan kita bicarakan,” ucapnya.

Pihaknya pun mengaku akan melakukan tes pembanding secara pribadi terkait kondisi kesehatan Saifannur. Pendukung Saifannur saat ini yakin bahwa bakal calon bupati Bireuen pilihan mereka itu dalam kondisi prima.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan pendukung bakal calon Bupati Bireuen, Saifannur melakukan aksi di dua tempat yakni kantor Panwaslih Aceh dan KIP Aceh, Senin, 3 Oktober 2016.

Mereka menuntut klarifikasi atas hasil tes kesehatan terhadap Saifannur beberapa waktu lalu. Mereka menolak hasil tes yang menyatakan Saifanur tidak sehat sehingga tak bisa ikut pilkada 2017 mendatang. (Baca: Pendukung Saifannur: Kamoe Lakee Tes Ulang, Bila Peurle Tes di Singapura)

Mukhlis mengatakan pihaknya tidak percaya terhadap hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan RSUZA Banda Aceh. Mereka meminta dilakukan tes ulang terhadap kandidat tersebut.[]